
Selama kehamilan, kebutuhan protein meningkat karena tubuh ibu harus mendukung perkembangan janin. Sumber protein yang baik dapat diperoleh dari telur, daging tanpa lemak, ikan, tahu, tempe, serta kacang-kacangan.
- Zat Besi
Zat besi berfungsi membantu distribusi oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak janin. Kekurangan zat besi dapat mengganggu suplai oksigen yang dibutuhkan untuk perkembangan otak secara optimal.
Kondisi kekurangan zat besi atau anemia pada ibu hamil perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi pertumbuhan janin. Oleh karena itu, makanan seperti daging merah, hati, bayam, dan biji-bijian sangat penting untuk dikonsumsi secara cukup.
- Vitamin D
Vitamin D tidak hanya berperan dalam menjaga kesehatan tulang, tetapi juga mendukung perkembangan sistem saraf dan fungsi otak. Selain dari makanan, vitamin D juga bisa diperoleh melalui paparan sinar matahari pagi.
Kecukupan vitamin D selama masa kehamilan dikaitkan dengan perkembangan saraf bayi yang lebih baik dan sistem imun yang lebih kuat.
Faktor Lain yang Juga Berpengaruh
Meskipun nutrisi memiliki peran penting, perkembangan kecerdasan anak tidak hanya ditentukan oleh makanan saja. Aktivitas fisik ibu, kualitas tidur, serta kondisi emosional selama kehamilan juga dapat memengaruhi perkembangan otak janin.
Selain itu, setelah bayi lahir, lingkungan tumbuh kembang, pola asuh, serta stimulasi yang diberikan juga menjadi faktor utama dalam membentuk kemampuan kognitif anak secara menyeluruh.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















