
Selain itu, pemerintah juga memperkuat sektor strategis seperti ketahanan pangan dan energi. Indonesia bahkan disebut telah mencapai swasembada beras sejak 2025, dengan produksi yang tinggi serta cadangan yang mencukupi.
Di sektor energi, berbagai kebijakan terus dikembangkan, mulai dari penggunaan bahan bakar campuran seperti B50 hingga pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya.
Peran APBN dan Stabilitas Fiskal
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga memainkan peran penting sebagai penyangga ekonomi. Pemerintah terus menyalurkan bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, penerimaan negara dari pajak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hingga Maret 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh lebih dari 14% secara tahunan. Defisit anggaran pun tetap terkendali sesuai target.
Cadangan devisa Indonesia juga berada pada level yang aman, setara dengan pembiayaan impor selama sekitar enam bulan.
Indikator Sosial Semakin Membaik
Selain indikator ekonomi makro, kondisi sosial juga menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan terus menurun hingga berada di kisaran 8,25%. Ketimpangan ekonomi juga berkurang, tercermin dari penurunan rasio gini.
Sementara itu, tingkat pengangguran berhasil ditekan hingga sekitar 4,7%, menunjukkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja.
Utang Tetap Terkelola
Dari sisi utang, rasio utang pemerintah terhadap PDB berada di kisaran 40%, yang masih tergolong aman. Selain itu, sebagian besar utang berasal dari dalam negeri, sehingga risiko terhadap gejolak eksternal dapat diminimalkan.
Kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara juga relatif kecil, sehingga stabilitas pasar keuangan domestik lebih terjaga.
Dengan berbagai indikator yang menunjukkan tren positif, perekonomian Indonesia dinilai cukup tangguh dalam menghadapi tekanan global. Kombinasi antara pertumbuhan yang stabil, defisit yang terkendali, serta dukungan kebijakan pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Ke depan, konsistensi kebijakan dan penguatan sektor domestik akan menjadi faktor penting agar Indonesia tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi dunia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















