BOGORTODAY.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Abbas Araghchi menyampaikan peringatan keras terkait langkah Amerika Serikat di wilayah strategis Teluk Persia dan Selat Hormuz. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi memicu dampak serius, tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi stabilitas global.
Pernyataan ini disampaikan Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Kekhawatiran atas Aksi Militer AS
Iran menilai langkah Amerika Serikat sebagai tindakan yang berisiko tinggi dan dapat mengganggu keamanan internasional. Situasi semakin memanas setelah Donald Trump mengancam akan memberlakukan blokade laut terhadap Iran.
Sebagai tindak lanjut, Komando Pusat AS (CENTCOM) dikabarkan mulai menerapkan langkah pengawasan dan pembatasan lalu lintas kapal di wilayah Laut Oman dan Laut Arab, yang berada di sekitar Selat Hormuz.
Kebijakan ini disebut berlaku untuk semua kapal tanpa memandang bendera negara, sehingga memicu kekhawatiran akan terganggunya jalur perdagangan internasional.
Iran Tegaskan Penolakan Keras
Pemerintah Iran menolak segala bentuk intervensi yang dianggap melanggar kedaulatan wilayahnya. Mereka menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap menjadi jalur terbuka bagi pelayaran damai.
Militer Iran juga memberikan peringatan bahwa setiap ancaman terhadap pelabuhan negara tersebut akan memicu reaksi yang lebih luas di kawasan.
Bahkan, disebutkan bahwa jika fasilitas Iran menjadi target, maka pelabuhan lain di sekitar Teluk Persia dan Laut Oman juga berpotensi terdampak.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















