BOGORTODAY.COM – Sikat gigi merupakan salah satu perlengkapan yang tak terpisahkan dari rutinitas harian. Digunakan setiap pagi dan malam, alat ini identik dengan upaya menjaga kebersihan serta kesehatan mulut.
Namun, di balik manfaatnya, penelitian terbaru mengungkap fakta yang cukup mengejutkan: sikat gigi dapat melepaskan mikroplastik saat digunakan.
Dalam sebuah studi ilmiah, ditemukan bahwa seluruh jenis sikat gigi yang diuji menghasilkan partikel mikroplastik selama proses menyikat. Bahkan, dalam simulasi penggunaan rutin selama beberapa hari, setiap sikat mampu melepaskan puluhan partikel kecil yang tidak terlihat oleh mata.
Mikroplastik tersebut berasal dari bahan bulu sikat, seperti nilon dan polybutylene terephthalate (PBT). Material ini memang dikenal kuat dan tahan lama, tetapi memiliki kelemahan karena sulit terurai di lingkungan. Saat menyikat gigi, gesekan antara bulu sikat dan permukaan gigi memicu pelepasan serpihan kecil yang kemudian menjadi mikroplastik.
Bentuk partikel yang dihasilkan pun beragam, mulai dari serat halus, serpihan tipis, hingga butiran kecil. Ukurannya sangat kecil, bahkan sebagian lebih halus dari rambut manusia. Karena ukurannya tersebut, partikel ini berpotensi masuk ke dalam tubuh tanpa disadari.
Jika dihitung dalam jangka panjang, paparan mikroplastik dari aktivitas sederhana ini ternyata tidak sedikit. Diperkirakan, satu orang bisa terpapar jutaan partikel mikroplastik setiap tahun hanya dari kebiasaan menyikat gigi, ditambah lagi dari penggunaan pasta gigi.
Meski begitu, para ahli menyebut bahwa hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan dampak langsung mikroplastik dari sikat gigi terhadap kesehatan. Namun, paparan yang terjadi secara terus-menerus tetap menjadi perhatian, terutama karena partikel ini bisa menumpuk di dalam tubuh.
Sebagai langkah pencegahan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Mengganti sikat gigi secara berkala, tidak menggunakan sikat yang sudah rusak, serta memilih produk dengan bahan yang lebih ramah lingkungan dapat membantu mengurangi risiko paparan.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa mikroplastik tidak hanya berasal dari pencemaran besar seperti laut atau udara, tetapi juga dari kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Oleh karena itu, penting untuk lebih bijak dalam memilih produk dan menjaga pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















