Blokade Selat Hormuz oleh AS Dinilai Picu Gejolak Global, Indonesia Berpotensi Terdampak

Selat Hormuz
Blokade Selat Hormuz oleh AS Dinilai Picu Gejolak Global, Indonesia Berpotensi Terdampak. (Foto: DW News)

BOGORTODAY.COM – Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Asra Virgianita, menilai kebijakan Amerika Serikat yang memblokade Selat Hormuz berpotensi memicu dampak luas, baik secara geopolitik maupun ekonomi global, termasuk bagi Indonesia.

Menurut Asra, langkah tersebut bukan sekadar manuver politik biasa, melainkan kebijakan berisiko tinggi yang dapat mengguncang stabilitas ekonomi dunia apabila berlangsung dalam jangka waktu lama. Ia menekankan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global.

Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi perairan tersebut. Karena itu, gangguan di kawasan ini hampir pasti akan berdampak langsung pada lonjakan harga energi internasional.

“Kenaikan harga energi tidak terhindarkan, dan ini akan memicu inflasi di berbagai negara, terutama bagi negara yang bergantung pada impor energi,” jelasnya.

Selain tekanan ekonomi, situasi ini juga berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik. Blokade dapat meningkatkan risiko konflik yang lebih luas, terutama jika melibatkan negara-negara sekutu dari pihak yang berseteru.

BACA JUGA :  Jetour T2 i-DM Siap Meluncur di Indonesia, SUV Plug-in Hybrid dengan Jarak Tempuh Tembus 1.000 Km

Dampak lanjutan juga diperkirakan akan dirasakan Indonesia. Asra menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak dunia akan memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Di sisi lain, pelemahan ekonomi global berpotensi menekan kinerja ekspor nasional.

“Jika kondisi ini berlarut-larut, Indonesia akan menghadapi tekanan ganda—biaya impor meningkat, sementara permintaan ekspor melemah,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai kebijakan yang diambil pemerintahan Donald Trump merupakan bagian dari strategi diplomasi koersif untuk menekan Iran. Namun, efektivitas langkah tersebut sangat bergantung pada durasi penerapannya.

Menurutnya, semakin lama blokade berlangsung, semakin besar pula risiko dampak balik yang harus ditanggung oleh Amerika Serikat sendiri, baik dari sisi ekonomi maupun dukungan domestik terhadap pemerintahannya.

BACA JUGA :  6 Strategi Mendekati Calon Promotor untuk Lolos Beasiswa PMDSU

Sementara itu, militer AS dilaporkan telah mulai menerapkan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, baik di kawasan Teluk Persia maupun Teluk Oman. Kebijakan ini mencakup kapal dari berbagai negara.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyebut langkah tersebut sebagai upaya untuk menekan Iran agar membuka kembali akses di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan satu negara mengganggu stabilitas perdagangan global.

Trump juga mengeluarkan peringatan keras terhadap kapal militer Iran yang mencoba mendekati area blokade. Ia menegaskan bahwa setiap ancaman akan ditindak tegas.

Langkah ini diambil setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan, sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan yang sejak lama menjadi titik rawan konflik tersebut.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================