BOGORTODAY.COM – Diare umumnya dianggap sebagai gangguan pencernaan ringan yang akan membaik dalam beberapa hari.
Namun, dalam kondisi tertentu, gejala ini ternyata bisa menjadi salah satu sinyal awal adanya gangguan serius pada tubuh, termasuk masalah pada jantung, terutama pada pasien dengan faktor risiko tertentu.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Siloam Heart Hospital, Giovanno Rachmanda Maulana, menjelaskan bahwa diare tidak selalu berasal dari gangguan sistem pencernaan semata.
Menurutnya, kondisi usus yang bergerak terlalu cepat bisa dipengaruhi oleh respons sistem saraf tubuh. Hal ini terjadi karena adanya keterkaitan antara sistem saraf yang mengatur organ pencernaan dan organ lain, termasuk jantung.
Hubungan Sistem Saraf dan Gejala Tidak Biasa
Tubuh manusia memiliki sistem saraf yang kompleks, yang bekerja mengatur berbagai fungsi organ. Dalam kondisi tertentu, gangguan pada jantung dapat memicu respons tubuh yang tidak langsung, sehingga gejalanya muncul di organ lain, seperti saluran pencernaan.
Fenomena ini dikenal sebagai gejala atipikal, yaitu kondisi ketika penyakit tidak menampilkan tanda-tanda yang umum seperti biasanya.
Dalam kasus tertentu, gangguan pada jantung dapat memengaruhi saraf vagus, yang juga berperan dalam mengatur kerja sistem pencernaan. Akibatnya, pasien bisa mengalami keluhan seperti diare, mual, muntah, hingga rasa tidak nyaman di perut.
Gejala yang Sering Disalahartikan
Karena gejalanya menyerupai gangguan pencernaan biasa, kondisi ini sering tidak langsung disadari sebagai masalah jantung. Padahal, pada beberapa kasus, tubuh sebenarnya sedang mengalami kekurangan suplai oksigen ke otot jantung.
Gejala seperti ini lebih berisiko muncul pada kondisi tertentu, termasuk serangan jantung yang terjadi di area bawah jantung.
Risiko pada Pasien Diabetes dan Penyakit Jantung
Kelompok pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala yang tidak khas. Pada penderita diabetes, kerusakan saraf atau neuropati dapat membuat gejala klasik serangan jantung, seperti nyeri dada, menjadi tidak terasa jelas.
Giovanno Rachmanda Maulana menjelaskan bahwa pada kondisi tersebut, tubuh bisa menunjukkan tanda bahaya melalui organ lain yang masih responsif, seperti sistem pencernaan.
Tidak jarang, pasien datang dengan keluhan diare, namun setelah pemeriksaan lanjutan justru ditemukan adanya gangguan pada jantung melalui pemeriksaan seperti EKG.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Diare yang berkaitan dengan gangguan jantung biasanya tidak berdiri sendiri. Kondisi ini umumnya disertai tanda lain seperti:
- Rasa nyeri atau tekanan di dada
- Nyeri yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung
- Keringat dingin
- Pusing atau lemas
- Sesak napas
Jika diare muncul tiba-tiba tanpa penyebab jelas, misalnya bukan karena makanan atau infeksi, dan disertai gejala di atas, maka segera mencari pertolongan medis sangat disarankan.
Tidak Semua Diare Berbahaya
Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa sebagian besar kasus diare tetap disebabkan oleh gangguan pencernaan biasa, seperti infeksi atau makanan yang tidak cocok.
Namun, menurut Giovanno Rachmanda Maulana, gejala ini tetap perlu diwaspadai jika muncul bersamaan dengan tanda-tanda yang tidak biasa.
“Tidak semua diare berkaitan dengan serangan jantung, tetapi dalam kondisi tertentu bisa menjadi sinyal awal yang tidak boleh diabaikan,” demikian penjelasannya.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















