
Selain perubahan fisik dan emosional, penurunan testosteron juga dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme seperti diabetes tipe 2.
Kepadatan tulang juga bisa berkurang sehingga meningkatkan risiko pengeroposan tulang. Dalam jangka panjang, perubahan hormon ini dapat memengaruhi kualitas hidup jika tidak dikelola dengan baik.
Cara Mengelola Perubahan Hormon
Meski merupakan proses alami, dampak “puber kedua” dapat diminimalkan dengan gaya hidup sehat. Rutin berolahraga, terutama latihan kekuatan, dapat membantu mempertahankan massa otot dan keseimbangan hormon.
Selain itu, pola makan bergizi, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Dalam kondisi tertentu, terapi pengganti hormon atau Testosterone Replacement Therapy dapat menjadi pilihan medis. Namun, prosedur ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter karena memiliki risiko dan efek samping.
Perubahan hormon pada pria di usia dewasa sering dianggap hal biasa. Namun, memahami tanda-tanda “puber kedua” dapat membantu deteksi dini berbagai masalah kesehatan, sehingga kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















