Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Rencana Lanjutan Perundingan AS dan Iran

Harga Minyak
Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Rencana Lanjutan Perundingan AS dan Iran. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Harga minyak mentah global kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (15/4/2026) seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen ini membuat pelaku pasar mulai memperhitungkan potensi meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Mengutip laporan pasar, harga minyak mentah berjangka jenis Brent tercatat turun sekitar 0,52 dolar AS atau 0,55 persen ke level 94,27 dolar AS per barel pada pukul 00.54 GMT (07.54 WIB).

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga melemah lebih dalam, yakni turun 1,04 dolar AS atau sekitar 1,1 persen menjadi 90,24 dolar AS per barel.

Sentimen Diplomasi Tekan Harga Minyak

Penurunan harga minyak ini dipengaruhi oleh kabar bahwa AS dan Iran berencana melanjutkan pembicaraan damai setelah sebelumnya negosiasi sempat menemui jalan buntu.

Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa dialog lanjutan kemungkinan akan digelar dalam waktu dekat di kawasan Pakistan untuk membahas upaya penghentian konflik yang melibatkan beberapa pihak di Timur Tengah.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kebhinekaan

Sebelumnya, kegagalan perundingan sempat memicu langkah tegas Washington dengan memberlakukan blokade terhadap akses pelabuhan Iran, yang turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan suplai minyak global.

Selain itu, laporan dari pejabat AS menyebutkan bahwa beberapa kapal tanker minyak yang berusaha meninggalkan wilayah Iran sempat dihentikan oleh kapal perang Amerika, menambah ketegangan di jalur perdagangan energi.

Meski ada pembicaraan mengenai potensi gencatan senjata, kondisi di lapangan dinilai masih belum stabil. Para analis menilai pasar minyak saat ini masih sangat sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi distribusi energi global.

Risiko Pasokan dan Kebijakan Sanksi

Kekhawatiran pasokan juga meningkat setelah pemerintah AS memutuskan tidak memperpanjang sejumlah pengecualian sanksi terkait ekspor minyak Iran di laut yang akan segera berakhir. Kebijakan serupa juga sebelumnya diberlakukan terhadap minyak Rusia yang kini telah habis masa dispensasinya.

BACA JUGA :  Kamar Mandi Sudah Dibersihkan Tapi Masih Bau? Ini 5 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Situasi ini membuat pelaku pasar terus memantau potensi gangguan pasokan yang dapat memengaruhi keseimbangan harga minyak dunia dalam jangka pendek.

Fokus Pasar Menunggu Data Persediaan AS

Di sisi lain, investor kini menantikan rilis data resmi persediaan minyak mentah Amerika Serikat dari Energy Information Administration (EIA). Laporan tersebut dijadwalkan keluar pada pukul 10.30 waktu setempat atau 21.30 WIB.

Berdasarkan proyeksi awal, persediaan minyak mentah AS diperkirakan mengalami kenaikan tipis, sementara stok bensin dan produk olahan lainnya justru berpotensi menurun.

Dengan kondisi geopolitik yang masih dinamis dan data fundamental yang segera dirilis, pergerakan harga minyak diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================