
BOGORTODAY.COM – Anak yang sulit berkonsentrasi di kelas, kerap lupa instruksi, atau lambat memahami pelajaran sering dianggap hanya kurang disiplin belajar. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan, melainkan bisa dipengaruhi oleh faktor yang lebih mendasar, yaitu asupan gizi harian.
Sejumlah penelitian dari Indonesia Health Development Center menunjukkan bahwa masalah seperti stunting, anemia, serta kurangnya asupan protein dan kalori memiliki kaitan erat dengan kemampuan working memory pada anak usia sekolah.
Apa Itu Working Memory?
Menurut penjelasan dari Universitas Gadjah Mada, working memory adalah sistem kognitif yang berfungsi menyimpan sekaligus mengolah informasi dalam waktu singkat. Fungsinya mirip seperti “papan tulis” di otak atau RAM pada komputer yang digunakan untuk memproses informasi secara cepat.
Kemampuan ini sangat penting dalam proses belajar. Anak dengan working memory yang baik cenderung lebih mudah memahami pelajaran, menjawab pertanyaan, serta mengikuti instruksi dengan tepat.
Peneliti IHDC, Ray Wagiu Basrowi, menyebutkan bahwa working memory menjadi salah satu faktor penting yang mendukung prestasi akademik dan fungsi kognitif secara keseluruhan.
Gizi dan Pengaruhnya pada Daya Tangkap Anak
Hasil studi menunjukkan bahwa hampir 20 persen anak mengalami penurunan kemampuan working memory. Risiko ini bahkan meningkat pada anak dengan anemia defisiensi zat besi dan stunting. Jika keduanya terjadi bersamaan, dampaknya bisa lebih serius terhadap kemampuan belajar.
Artinya, kecerdasan dan daya tangkap anak tidak hanya ditentukan oleh metode belajar, tetapi juga kualitas nutrisi yang dikonsumsi setiap hari.
Nutrisi Penting untuk Otak Anak
Berikut beberapa zat gizi utama yang berperan dalam mendukung fungsi otak dan konsentrasi anak:
- Protein
Protein berperan sebagai bahan dasar pembentukan sel, termasuk sel otak. Kekurangan protein dapat berdampak pada pertumbuhan dan fungsi kognitif. Sumber protein bisa diperoleh dari telur, ikan, ayam, tahu, tempe, serta kacang-kacangan.
- Kalori (Energi)
Otak membutuhkan energi untuk bekerja optimal. Jika asupan kalori kurang, tubuh akan menggunakan protein sebagai sumber energi, sehingga mengganggu fungsi utamanya untuk pertumbuhan. Oleh karena itu, anak perlu mendapatkan asupan karbohidrat, protein, sayur, dan buah secara seimbang.
- Zat Besi
Zat besi sangat penting untuk mencegah anemia yang dapat memengaruhi kemampuan berpikir. Kekurangan zat besi tidak hanya menyebabkan lemas, tetapi juga bisa menurunkan daya ingat, konsentrasi, dan perkembangan motorik.
- Vitamin C
Vitamin C membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Mengombinasikan makanan kaya zat besi dengan buah atau sayur yang mengandung vitamin C dapat meningkatkan manfaatnya.
Dokter gizi Luciana Sutanto menekankan bahwa pola makan bervariasi dan seimbang sangat penting agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara optimal.
Pentingnya Peran Orang Tua
Kemampuan working memory bisa terlihat dari cara anak merespons pelajaran di kelas, seperti mampu menjawab pertanyaan atau aktif berdiskusi. Jika anak tampak sulit fokus atau sering lupa, orang tua sebaiknya tidak langsung menyalahkan kebiasaan belajar atau penggunaan gawai.
Ada kemungkinan kondisi tersebut berkaitan dengan kekurangan gizi yang perlu segera diperbaiki.
Fondasi Belajar Dimulai dari Nutrisi
Meningkatkan kemampuan belajar anak tidak cukup hanya dengan les tambahan atau latihan soal. Dasar utamanya tetap pada kesehatan tubuh dan kecukupan nutrisi.
Meski perhatian terhadap gizi idealnya dimulai sejak masa awal kehidupan, perbaikan pola makan pada usia sekolah tetap sangat penting. Dengan asupan yang tepat, fungsi otak dapat berkembang lebih optimal, sehingga anak lebih siap menerima dan mengolah informasi setiap hari.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















