BOGORTODAY.COM – Pemerintah Inggris berencana menerapkan aturan baru yang membatasi penyajian makanan tinggi lemak, gula, dan garam di sekolah. Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan standar gizi makanan yang disajikan kepada siswa, khususnya pada menu sarapan dan makan siang.
Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan anak-anak. Data resmi menunjukkan bahwa sekitar satu dari tiga anak di Inggris mengalami kelebihan berat badan atau obesitas setelah lulus sekolah dasar. Selain itu, pola makan tinggi gula juga menjadi salah satu penyebab utama kasus perawatan rumah sakit akibat kerusakan gigi pada anak usia 5 hingga 9 tahun.
Fokus pada Makanan Lebih Sehat
Dalam rencana kebijakan baru ini, makanan seperti gorengan dan makanan cepat saji yang tinggi lemak akan dibatasi secara ketat. Sebagai gantinya, sekolah diwajibkan menyediakan lebih banyak pilihan sehat seperti buah, sayuran, dan biji-bijian utuh.
Bahkan, buah akan diprioritaskan sebagai pengganti camilan manis di sebagian besar hari sekolah. Kebijakan ini disusun dengan melibatkan ahli gizi serta pakar kesehatan masyarakat untuk memastikan standar gizi yang lebih seimbang bagi anak-anak.
Konsultasi Publik dan Pengawasan
Pemerintah juga membuka sesi konsultasi selama sembilan minggu yang melibatkan orang tua dan siswa untuk memberikan masukan terkait rencana tersebut. Selain itu, akan diterapkan sistem pengawasan nasional guna memastikan setiap sekolah mematuhi standar baru yang ditetapkan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















