Pentingnya Jam Tidur Ideal untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Mencegah Alzheimer

Tidur
Ilustrasi Tidur. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Tidur sering kali dianggap sekadar waktu untuk beristirahat, padahal perannya jauh lebih besar dari itu.

Pola tidur yang tepat, baik dari segi durasi maupun kualitas, menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan otak sekaligus menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Seorang ahli saraf dari Vietnam, Hoang Tien Trong Nghia, menjelaskan bahwa kebutuhan tidur setiap individu tidak sama dan sangat dipengaruhi oleh usia.

Rekomendasi ini juga sejalan dengan pedoman dari National Sleep Foundation dan American Academy of Sleep Medicine.

Durasi Tidur yang Dianjurkan

Setiap kelompok usia memiliki kebutuhan tidur yang berbeda:

  • Orang dewasa (18–64 tahun): sekitar 7–9 jam per malam
  • Lansia (65 tahun ke atas): sekitar 7–8 jam
  • Bayi: 14–17 jam
  • Remaja: 8–10 jam

Kebutuhan tidur yang lebih panjang pada bayi dan anak-anak berkaitan dengan perkembangan otak yang masih berlangsung pesat.

Peran Tidur dalam Membersihkan Otak

Tidur memiliki fungsi penting yang tidak dapat digantikan oleh aktivitas lain. Salah satunya adalah proses pembersihan zat sisa dalam otak melalui mekanisme yang dikenal sebagai Sistem glymphatic.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

Saat seseorang tidur nyenyak, ruang antar sel otak melebar, memungkinkan cairan serebrospinal mengalir lebih optimal. Proses ini membantu membuang zat berbahaya seperti protein beta-amiloid yang berkaitan erat dengan perkembangan Alzheimer.

Mendukung Daya Ingat dan Proses Belajar

Tidur juga berperan besar dalam pengolahan informasi. Pada fase tertentu, seperti tidur REM dan gelombang lambat, otak memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke penyimpanan jangka panjang di korteks serebral.

Proses ini membantu memperkuat ingatan serta meningkatkan kemampuan belajar. Tanpa tidur yang cukup, kemampuan kognitif bisa menurun, termasuk konsentrasi dan daya ingat.

Menjaga Keseimbangan Koneksi Saraf

Selama beraktivitas, otak terus membentuk koneksi baru antar neuron. Namun, proses ini juga membutuhkan energi besar. Saat tidur, otak melakukan “pemangkasan” terhadap koneksi yang tidak diperlukan agar tetap efisien dan optimal.

Selain itu, tidur juga membantu mengatur emosi dengan menyeimbangkan kerja antara amigdala dan korteks prefrontal. Hasilnya, seseorang akan lebih tenang dan mampu berpikir jernih keesokan harinya.

BACA JUGA :  Hilang Kendali, Truk Boks Hantam Tiang dan Motor di Bogor

Kualitas Tidur Sama Pentingnya

Tidak hanya durasi, kualitas tidur juga sangat menentukan. Dalam satu malam, tubuh idealnya melewati 4–5 siklus tidur, masing-masing berlangsung sekitar 90–110 menit. Siklus ini mencakup tahap tidur ringan, tidur dalam, dan REM.

Gangguan seperti Sleep apnea dapat menghambat tercapainya tidur nyenyak. Bahkan, tidur delapan jam yang sering terputus dinilai kurang baik dibandingkan tidur enam jam yang berkualitas.

Kunci Menjaga Otak Tetap Sehat

Menjaga pola tidur yang konsisten dan berkualitas merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk kesehatan jangka panjang. Bukan hanya membantu tubuh beristirahat, tidur juga berperan aktif dalam menjaga fungsi otak, memperkuat memori, serta mengurangi risiko penyakit serius.

Dengan memperhatikan jam tidur ideal, kita tidak hanya menjaga kebugaran harian, tetapi juga melindungi kesehatan otak di masa depan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================