
Setiap karakter membawa sisi ekstrem masing-masing, mulai dari manipulatif, brutal, hingga penuh misteri. Namun, sebagian karakter terasa lebih seperti bagian dari permainan kematian ketimbang sosok yang memiliki kedalaman cerita kuat.
Kekacauan yang Lebih Brutal, Tapi Tidak Selalu Konsisten
Dibandingkan film pertama, sekuel ini menghadirkan adegan kekerasan yang lebih intens dan eksplisit. Beberapa adegan dibuat lebih ekstrem dengan efek visual yang mencolok, namun tidak semuanya terasa konsisten secara kualitas.
Humor gelap tetap menjadi elemen utama, meski di beberapa bagian terasa terlalu berlebihan hingga mengurangi ketegangan cerita.
Kelemahan dalam Pengembangan Cerita
Meski memiliki skala lebih besar, film ini dinilai kurang kuat dalam pengembangan karakter. Hubungan emosional antar tokoh, termasuk antara Grace dan karakter baru yang diperkenalkan, terasa kurang meyakinkan.
Selain itu, beberapa bagian cerita terasa berulang dan terlalu fokus pada penjelasan dunia, sehingga ritme narasi menjadi kurang stabil.
Secara keseluruhan, Ready or Not 2: Here I Come menawarkan pengalaman menonton yang penuh darah, humor gelap, dan perluasan dunia yang ambisius. Namun, di balik skala yang lebih besar, film ini masih meninggalkan kesan bahwa daya tarik utamanya belum sekuat film pendahulunya.
Meski begitu, bagi penonton yang menyukai horor satir dengan sentuhan brutal, sekuel ini tetap menghadirkan hiburan yang liar dan tidak biasa.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















