
Dengan sisa tenaga, Nanang akhirnya berhasil menjebol plafon dan naik ke atap rumah. Ia bertahan di atas atap selama kurang lebih satu jam hingga kondisi mulai memungkinkan untuk turun.
“Alhamdulillah bisa selamat lewat atap, saya jebol plafon. Sekitar jam setengah tujuh atau tujuh malam kejadiannya. Saya sendirian saat itu,” ungkapnya.
Meski selamat tanpa luka serius, Nanang mengaku mengalami kelelahan hebat dan sempat tersengat listrik sebanyak dua kali karena aliran listrik yang belum padam saat banjir terjadi.
“Saya sempat kesetrum dua kali karena lampu masih menyala. Badan juga pegal semua karena benturan saat naik ke plafon,” jelasnya.
Seluruh barang miliknya tidak berhasil diselamatkan. Perabotan rumah tangga seperti motor, kompor, setrika, kipas angin, hingga pakaian hanyut atau rusak akibat banjir. Ia hanya mampu menyelamatkan beberapa barang seadanya dengan cara meraihnya dari atas.
Nanang diketahui merupakan warga Kampung Cileungsi, Desa Sekarwangi, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, yang merantau dan tinggal di Kecamatan Cigudeg Kabpaten Bogor, Jawa Barat.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















