
Namun, situasi di kawasan ini kembali memanas setelah Iran kembali menutup akses Selat Hormuz. Langkah tersebut diambil setelah Teheran menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata sementara.
Pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa jalur strategis tersebut akan ditutup hingga AS mencabut blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran. IRGC juga menegaskan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas tanpa izin akan dianggap sebagai target.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari media lokal Iran, IRGC memperingatkan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di Teluk Persia dan Laut Oman harus dihentikan sementara. Mereka juga menyebut bahwa mendekati Selat Hormuz dapat dianggap sebagai tindakan yang bermusuhan.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Selat Hormuz berada dalam pengawasan penuh Iran. Ia juga mengkritik kebijakan Amerika Serikat yang dinilai memperburuk situasi dengan memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran.
Sebelumnya, pembukaan kembali selat tersebut sempat memberikan dampak positif terhadap pasar energi global, termasuk penurunan harga minyak dunia. Namun, dengan kembali ditutupnya jalur tersebut, ketidakpastian di pasar energi internasional kembali meningkat.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut yang sangat penting karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan ini dapat berdampak luas terhadap perdagangan global.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















