
“Banyak yang belum tahu kalau kudapan seperti Cungkring dan Sate Kulit diproduksi di Sukasari. Selain itu, ada industri rumahan sabun batangan tradisional, kerajinan sandal, hingga UMKM rajut yang masih eksis,” beber Surya.
Ia berharap peran media dapat membantu mempromosikan UMKM lokal ini agar lebih dikenal luas.
“Sukasari tidak hanya Roti Unyil atau Asinan Gedung Dalam. Ada banyak potensi home industry yang kualitasnya mampu bersaing dengan merek ternama,” tambahnya.
Sosial dan Infrastruktur: Sukasari Riverside
Di bidang sosial, Sukasari telah meresmikan Sentra Cipta Mandiri untuk rehabilitasi warga dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sementara untuk penguatan ekonomi, Koperasi Merah Putih kini aktif mengelola unit usaha mulai dari penjualan air mineral hingga sembako.
Terkait infrastruktur, pihak kelurahan terus mengupayakan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Setelah mengakomodir 17 unit rumah di tahun 2025, ke depan terdapat potensi bantuan hingga 60 unit rumah bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Inovasi terbaru lainnya adalah pengembangan kawasan wisata air melalui pembangunan jogging track bertajuk “Sukasari Riverside” di bantaran Sungai Ciliwung. Area ini juga dilengkapi fasilitas kolam renang anak yang diawasi oleh pengurus RT setempat.
“Kami terus berupaya membangun peradaban yang lebih baik di Sukasari. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan insan pers, kami optimis potensi besar di sini bisa menjadi penggerak utama ekonomi Kota Bogor,” pungkasnya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















