
BOGORTODAY.COM – Program pendanaan riset nasional tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat angka seleksi yang cukup ketat.
Dari lebih dari 100 ribu proposal yang diajukan, sebanyak 18.215 proposal berhasil memperoleh pendanaan dengan total anggaran mencapai Rp1,6868 triliun.
Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari 104.546 proposal yang masuk dalam sembilan skema program riset dan pengembangan. Penandatanganan kontrak untuk sebagian penerima pendanaan telah dilakukan di Graha Diktisaintek, Jakarta.
Dorongan Riset Berdampak Nyata
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menekankan pentingnya hasil riset yang tidak hanya berhenti di ranah akademik, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia mendorong para peneliti dan dosen untuk mengubah pola pikir agar tidak sekadar berorientasi pada kepentingan pribadi, melainkan berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Menurutnya, ekosistem riset di Indonesia saat ini memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi yang berdampak luas, asalkan dijalankan dengan keseriusan dan kolaborasi yang kuat.
Bidang Sosial Humaniora Mendominasi
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa dana Rp1,7 triliun tersebut merupakan alokasi khusus untuk sembilan program yang telah dibuka, bukan keseluruhan anggaran riset nasional.
Ia juga menyoroti bahwa bidang sosial humaniora menjadi yang paling dominan dalam penerima pendanaan, dengan porsi mencapai 38,36 persen.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















