BOGORTODAY.COM – Nilai tukar Dolar AS kembali menunjukkan penguatan terhadap Rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu (23/4/2026). Mata uang Negeri Paman Sam tersebut masih bertahan di kisaran Rp 17.100-an.
Mengacu pada data Bloomberg, dolar AS tercatat naik sekitar 0,09% ke level Rp 17.158 pada awal sesi perdagangan. Tak lama kemudian, penguatannya berlanjut hingga mencapai Rp 17.166 atau naik sekitar 0,14% pada pukul 09.18 WIB.
Pergerakan ini berbanding terbalik dengan kondisi sehari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Selasa (21/4/2026), rupiah sempat menguat dan ditutup di posisi Rp 17.140 per dolar AS.
Pergerakan Dolar terhadap Mata Uang Lain
Tak hanya terhadap rupiah, dolar AS juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi terhadap sejumlah mata uang global. Terhadap euro, Euro, dolar AS menguat tipis sekitar 0,02%.
Penguatan serupa juga terjadi terhadap poundsterling atau Poundsterling yang naik 0,02%. Sementara itu, terhadap dolar Australia atau Dolar Australia, penguatan tercatat lebih tinggi yakni sekitar 0,14%.
Namun, tidak semua mata uang mengalami tekanan. Dolar AS justru melemah sekitar 0,06% terhadap yen Jepang atau Yen Jepang.
Selain itu, dolar AS juga menguat terhadap dolar Kanada (CAD) sebesar 0,04% dan terhadap franc Swiss atau Franc Swiss sebesar 0,06%.
Pergerakan dolar AS yang kembali menguat menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di pasar валютa pagi ini.
Meski demikian, dinamika nilai tukar global yang cenderung fluktuatif membuat arah pergerakan selanjutnya masih terbuka, bergantung pada sentimen pasar dan kondisi ekonomi global.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















