
Di sektor pendidikan, kelurahan bertekad mewujudkan masyarakat yang cerdas melalui pengoptimalan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan dukungan penuh terhadap 34 unit PAUD.
“Kami juga konsisten membantu warga yang putus sekolah melalui program PKBM (Paket A, B, dan C), serta mengupayakan solusi bagi warga yang terkendala ijazah tertahan akibat biaya,” jelas Supyawan.
Tantangan Geografis dan Lingkungan
Di balik potensi ekonomi yang besar, Kebon Kalapa menghadapi tantangan geografis yang cukup kompleks. Dengan luas wilayah 53 hektare yang dihuni 12.000 jiwa, kelurahan ini memiliki 9 titik rawan bencana karena posisinya yang berada di bantaran Sungai Cisadane dan area tebing.
“Setiap hujan turun, tim kami selalu bersiaga. Kami juga terus mengedukasi warga untuk membangun sumur resapan dan septik tank mandiri guna menjaga kualitas sanitasi lingkungan (ODF),” kata Supyawan.
Terkait kesehatan, kelurahan saat ini tengah berfokus mengintervensi 17 kasus stunting melalui kolaborasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Selain itu, untuk mendukung digitalisasi warga, program “Kebon Kalapa Lancar” telah menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis di berbagai titik RT/RW.
Supyawan menambahkan, saat ini terdapat 77 unit RTLH yang sedang dalam proses penyelesaian. Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan dengan cara taat membayar pajak.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================













