
Dengan adanya PSEL, Dedie Rachim menilai, sampah akan diolah menjadi energi listrik, sehingga memberikan nilai manfaat yang lebih besar. Program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam penanganan sampah.
Untuk PSEL Galuga, kapasitas pengolahan mencapai sekitar 1.500 ton per hari, dengan alokasi sampah Kota Bogor sekitar 500 ton. Sementara itu, PSEL Kayumanis direncanakan memiliki kapasitas sekitar 1.000 ton per hari dengan alokasi yang sama untuk Kota Bogor.
Dedie Rachim menegaskan, pembangunan dua PSEL tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran Pemkot Bogor. Ia juga mendorong adanya transformasi dalam menyikapi peluang dan tanggung jawab tersebut.
“Ini menjadi tanggung jawab besar yang harus kita jalani bersama. Kita melanjutkan kebaikan yang telah dirintis sebelumnya sebagai estafet pembangunan,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan akses menuju lokasi pembangunan. Ia menargetkan proses persiapan akses dapat diselesaikan pada Mei 2026 guna mendukung kelancaran pembangunan PSEL.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















