
“Ini kan kuota kita sekarang 221 ribu. Ke depan, misalkan kuota nambah jadi 300 ribu. Yang di-war tiket kan yang di luar 221 ribu. Biar yang antre tetap lewat antrean. Tapi yang tidak lewat antrean juga ada tempatnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Muslimin menyatakan wacana tersebut belum masuk dalam pembahasan serius. Penerapannya pun masih memerlukan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Belum, itu baru sebuah wacana saat Menteri berbicara pada rakernas kemarin. Masih panjang untuk kita diskusikan. Karena prinsipnya kita tidak akan mengorbankan jamaah yang sedang antre,” kata dia.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















