Salat Arbain di Madinah: Pengertian, Tata Cara, Hukum, dan Keutamaannya

Salat Arbain
Ilustrasi Masjid Nabawi. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Selama berada di Kota Madinah, jemaah haji Indonesia umumnya menjalankan sebuah amalan yang dikenal sebagai salat Arbain.

Ibadah ini menjadi salah satu aktivitas yang cukup populer, karena dilakukan di Masjid Nabawi—salah satu masjid paling mulia dalam Islam.

Untuk melaksanakannya, jemaah perlu menjaga kondisi fisik agar tetap prima, mengingat rangkaian salat dilakukan secara berkesinambungan.

Pengertian Salat Arbain

Istilah “Arbain” berasal dari bahasa Arab yang berarti empat puluh. Dalam praktik ibadah haji, salat Arbain merujuk pada pelaksanaan 40 waktu salat fardhu secara berjamaah di Masjid Nabawi tanpa terputus. Amalan ini menjadi bagian dari upaya jemaah untuk memaksimalkan ibadah selama berada di Madinah.

BACA JUGA :  Tragedi Camping di Temanggung Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Penggunaan Kompor Portabel

Tata Cara Pelaksanaan Salat Arbain

Salat Arbain biasanya dilaksanakan selama delapan hari berturut-turut. Dalam kurun waktu tersebut, jemaah menunaikan lima salat wajib setiap hari secara berjamaah di Masjid Nabawi. Konsistensi menjadi hal utama, karena tujuan dari amalan ini adalah menjaga kesinambungan salat tanpa ada yang terlewat.

BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

Hukum Salat Arbain dalam Ibadah Haji

Secara syariat, salat Arbain tidak termasuk rukun maupun kewajiban dalam ibadah haji. Tidak ada dalil khusus yang mewajibkan pelaksanaannya.

Namun demikian, amalan ini dilakukan berdasarkan pemahaman terhadap keutamaan salat berjamaah di Masjid Nabawi yang memiliki nilai pahala berlipat ganda.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================