
Dalam studi terbaru, peneliti menganalisis data dari uji coba terkontrol acak yang melibatkan 800 orang dewasa dengan obesitas abdominal atau dislipidemia. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok diet:
- Diet Mediterania standar.
- Diet Mediterania hijau (dengan tambahan polifenol dari teh hijau).
- Pola makan kontrol.
Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi empat cangkir teh hijau per hari ditambah tujuh porsi kenari per minggu mengalami penurunan kadar galectin-9, protein yang sering dikaitkan dengan penuaan otak. Semakin rendah kadar protein ini, semakin “muda” profil otak seseorang.
Secara keseluruhan, studi menegaskan bahwa pola diet Mediterania ditambah polifenol dari teh hijau membantu memperlambat proses penuaan otak.
Catatan Penting
Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti menekankan bahwa sebagian besar partisipan penelitian adalah laki-laki dengan risiko metabolik tinggi, sehingga hasil studi belum tentu berlaku untuk semua orang.
Namun demikian, menerapkan pola makan Mediterania dan rutin mengonsumsi teh hijau dinilai tetap bermanfaat untuk kesehatan.
Cara Praktis Memasukkan ke Rutinitas Harian
- Biasakan minum teh hijau: Konsumsi 2–4 cangkir per hari, baik dalam bentuk panas maupun dingin.
- Tambahkan sayuran dan kacang-kacangan: Camilan sehat seperti walnut atau almond, serta piring penuh dengan sayuran hijau, polong-polongan, dan biji-bijian utuh.
- Kurangi daging merah: Ganti perlahan dengan ikan, unggas, atau telur.
- Lengkapi dengan aktivitas fisik: Olahraga teratur membantu menjaga fungsi otak, ditambah konsumsi makanan rendah gula tambahan untuk menstabilkan kadar gula darah.
Dengan langkah sederhana ini, otak bisa tetap sehat dan awet muda lebih lama.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















