Muswil II Alisa Khadijah Orwilsus Bogor: Momentum Regenerasi Kepemimpinan Pengusaha Muslimah

Alisa Khadijah Orwilsus Bogor Cari Nakhoda Baru Lewat Muswil II. Foto: Bogortoday.com

BOGORTODAY.COM – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Alisa) Khadijah Organisasi Wilayah Khusus (Orwilsus) Bogor resmi menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) II di Aula Gedung DPRD Kota Bogor, Senin (27/4/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Pengusaha Muslimah Berdaya untuk Indonesia Emas 2045”, agenda ini menjadi momentum krusial bagi keberlanjutan kepemimpinan dan penguatan ekonomi keummatan di Bogor.

Mandat Organisasi dan Wilayah Khusus

Ketua Umum Alisa Khadijah Pusat, Ina Marlina, menegaskan bahwa Muswil merupakan amanah organisasi yang wajib dilaksanakan setiap lima tahun sekali sesuai AD/ART. Ia juga menjelaskan alasan strategis di balik status “Wilayah Khusus” bagi Bogor dalam struktur ICMI.

“Bogor ini adalah wilayah khusus karena sejarahnya yang melahirkan banyak profesor dan pakar. Melalui Muswil ini, kami berharap lahir program-program konkret bagi ekonomi keummatan serta sosok pemimpin yang mampu menyempurnakan program-program sebelumnya,” ujar Ina kepada Bogortoday.com.

BACA JUGA :  Dua Hari Pencarian, Bocah Hanyut di Sungai Cianten Ditemukan Meninggal

Kolaborasi Lintas Sektor

Menjawab tantangan pemberdayaan ekonomi, Ina menekankan bahwa fokus Alisa Khadijah tidak hanya terbatas pada sektor bisnis semata. Menurutnya, sinergi antara tiga pilar utama sangat diperlukan, seperti Ekonomi Kerakyatan, Sosial Keagamaan, Kehumasan dan Kolaborasi.

Membangun Ekosistem UMKM dari Hulu ke Hilir

Senada dengan hal tersebut, Ketua ICMI Orwilsus Bogor, Prof. Sofyan Syaf, menyoroti peran strategis Alisa Khadijah sebagai Badan Otonom (Batom) ICMI yang mewadahi kaum perempuan. Ia memandang Alisa Khadijah sebagai “perantara” yang harus mampu bergerak lincah secara vertikal maupun horizontal.

BACA JUGA :  Bau Busuk Ungkap Kematian Pria Sebatang Kara di Kontrakan Cibinong

“Posisi ICMI ada di tengah; bisa merangkul ke bawah dan menjangkau ke atas. Isu di tingkat bawah, terutama ekonomi rumah tangga, harus mampu dijawab oleh bisnis UMKM,” jelas Prof. Sofyan.

Ia menambahkan bahwa target utama ke depan adalah menciptakan ekosistem usaha yang terintegrasi. “Pembangunan dari hulu ke hilir harus terbangun kuat, dan inilah peran besar yang harus didorong oleh Alisa Khadijah untuk memastikan ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat,” tutupnya.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================