Pakar ITB: Kendaraan Listrik Bisa Tumbuh Tanpa Insentif, Asal Harga dan Infrastruktur Siap

Nilai Jual dan Skema Pembiayaan

Yannes juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas nilai jual kembali kendaraan listrik. Hal ini dapat didukung dengan pemberian garansi baterai jangka panjang agar konsumen merasa lebih aman.

Selain itu, inovasi dalam pembiayaan seperti skema leasing khusus kendaraan listrik atau konsep battery-as-a-service dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap teknologi ini.

Harga Harus Menyasar Kelas Menengah

Faktor paling menentukan, menurutnya, adalah harga. Kendaraan listrik perlu hadir di kisaran Rp150 juta hingga Rp200 juta agar bisa menjangkau segmen kelas menengah yang lebih luas.

BACA JUGA :  Sambut HJB ke-544, Perumda Pasar Pakuan Jaya Gelar 'Bazar Semarak' di Blok F Trade Center

Di sisi lain, kenaikan harga bahan bakar minyak juga dapat menjadi pendorong alami peralihan ke kendaraan listrik. Setiap kenaikan harga BBM berpotensi mempercepat titik impas penggunaan kendaraan listrik dalam beberapa tahun.

Produksi Lokal Jadi Solusi Jangka Panjang

Untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, Yannes mendorong peningkatan kandungan lokal dalam produksi kendaraan listrik. Produksi massal di dalam negeri dengan tingkat TKDN tinggi diyakini mampu menekan harga sekaligus memperkuat industri nasional.

BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

Dengan strategi yang tepat—mulai dari harga terjangkau, infrastruktur memadai, hingga inovasi pembiayaan—kendaraan listrik di Indonesia tetap memiliki peluang berkembang tanpa bergantung penuh pada subsidi pemerintah. Pendekatan ini dinilai akan menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================