Akuarium Cepat Keruh dan Berlapis Cokelat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Akuarium
Ilustrasi Akuarium. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Akuarium ikan hias sering dipilih sebagai dekorasi rumah karena mampu menghadirkan suasana tenang dan estetis.

Namun, tidak sedikit pemilik yang mengeluhkan air akuarium cepat keruh serta munculnya lapisan cokelat yang menempel pada kaca, dekorasi, hingga dasar akuarium.

Kondisi ini umumnya terjadi pada akuarium yang masih baru. Penyebab utamanya bukan sekadar air kotor, melainkan pertumbuhan organisme mikroskopis yang disebut diatom.

Apa Itu Lapisan Cokelat di Akuarium?

Lapisan cokelat yang sering terlihat di akuarium berasal dari alga cokelat atau diatom. Meski sering disebut alga, organisme ini sebenarnya bukan tumbuhan alga sejati, melainkan mikroorganisme bersel satu dengan cangkang berbahan silika.

Diatom mudah menempel pada permukaan kaca, batu, kerikil, hingga ornamen akuarium. Saat terkena cahaya, lapisan ini tampak seperti debu cokelat yang membuat air terlihat kusam.

Tanda-Tanda Akuarium Terkena Diatom

Beberapa ciri yang umum muncul ketika diatom mulai berkembang di akuarium antara lain:

  • Muncul lapisan cokelat tipis pada kaca akuarium
  • Kerikil dan dekorasi tampak berdebu
  • Daun tanaman air tertutup lapisan halus
  • Air terlihat kurang jernih meski tidak berbau
BACA JUGA :  200 ASN Kabupaten Bogor Adu Ketepatan di Turnamen Biliar Bupati Cup 2026

Lapisan ini biasanya tidak lengket, sehingga masih mudah dibersihkan. Namun, jika kondisi air belum stabil, diatom dapat kembali muncul dengan cepat.

Penyebab Munculnya Alga Cokelat

Pertumbuhan diatom dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya tingginya kandungan silika dalam air yang bisa berasal dari air keran atau pasir akuarium. Selain itu, kadar nutrisi seperti nitrat yang berlebihan juga mempercepat perkembangannya.

Pencahayaan yang tidak seimbang turut menjadi pemicu. Kurangnya cahaya membuat tanaman air tidak berkembang optimal, sehingga diatom lebih mudah mendominasi ekosistem akuarium.

Faktor lain seperti pemberian pakan berlebihan, kepadatan ikan yang terlalu tinggi, serta jarang mengganti air juga dapat memperburuk kondisi ini.

Cara Membersihkan Akuarium dari Diatom

Untuk mengatasi lapisan cokelat, pemilik akuarium dapat membersihkan kaca menggunakan spons lembut atau kain khusus. Sementara itu, kerikil di dasar akuarium sebaiknya dibersihkan menggunakan alat penyedot saat proses penggantian air.

Perawatan rutin seperti penggantian sebagian air secara berkala sangat penting untuk menjaga kualitas air tetap stabil. Media filter juga sebaiknya dibilas menggunakan air dari akuarium, bukan air keran, agar bakteri baik tidak mati.

BACA JUGA :  Tidak Terprovokasi, Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Kompak Jaga Kondusifitas Kabupaten Bogor 

Beberapa jenis hewan pembersih seperti ikan sapu-sapu dan siput air dapat membantu mengurangi pertumbuhan diatom secara alami.

Cara Mencegah Akuarium Cepat Kotor

Agar masalah ini tidak berulang, keseimbangan ekosistem akuarium perlu dijaga. Pencahayaan ideal sekitar 8–10 jam per hari membantu pertumbuhan tanaman air dan menghambat dominasi diatom.

Selain itu, rutin mengganti air dapat menurunkan kadar silika dan nitrat. Pemberian pakan ikan juga perlu dikontrol agar tidak berlebihan.

Sistem filtrasi harus disesuaikan dengan ukuran akuarium agar proses penyaringan berjalan optimal. Jika air keran memiliki kandungan mineral tinggi, penggunaan air yang sudah difilter bisa menjadi pilihan.

Pada akuarium baru, kemunculan diatom sebenarnya merupakan hal yang normal dan biasanya akan berkurang seiring stabilnya ekosistem.

Dengan perawatan yang konsisten, akuarium dapat kembali jernih, sehat, dan menjadi habitat yang nyaman bagi ikan hias.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================