
Pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah pada dasarnya tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Hal yang membedakan hanya terletak pada niatnya. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Mengucapkan niat puasa
- Melaksanakan sahur sebelum fajar
- Menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa
- Mengontrol ucapan dan perilaku
- Berbuka dengan cara yang dianjurkan, seperti dengan kurma dan air
- Memperbanyak doa dan zikir selama berpuasa
Bacaan Niat Puasa
Niat Puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa di awal Zulhijah termasuk dalam amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa tidak ada amal saleh yang lebih disukai pada sepuluh hari pertama Zulhijah dibandingkan hari-hari lainnya, kecuali jihad dengan pengorbanan total.
Khusus untuk puasa Arafah, terdapat keutamaan luar biasa, yaitu sebagai penghapus dosa selama dua tahun—setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang. Hal ini menunjukkan betapa besar pahala yang dijanjikan bagi orang yang melaksanakannya dengan ikhlas.
Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk meraih pahala berlipat ganda menjelang Idul Adha. Dengan persiapan yang baik dan niat yang tulus, ibadah ini dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membersihkan diri dari dosa.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















