
Selain itu, kata Iceu, kerjasama dijalin dengan mitra sektor swasta seperti hotel, restoran, kafe, pengelola wisata, hingga pusat perbelanjaan.
“Kami mengajak mitra kerja seperti hotel, mal, hingga budayawan untuk ikut berpartisipasi memeriahkan rangkaian Hari Jadi Bogor,” ujarnya.
Puncak Helaran dan Dampak Ekonomi
Iceu menambahkan, pada puncak perayaan berupa Helaran atau Kirab Budaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026. Konsep tahun ini direncanakan sedikit berbeda menyerupai festival sesuai dengan arahan Gubernur.
“Terkait teknis waktu, penyelenggara masih mendiskusikan apakah helaran akan dilaksanakan pagi hari saat Car Free Day (CFD) atau malam hari, dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan efisiensi biaya,” tambahnya.
Selain helaran, lanjut Iceu, terdapat rencana Pawai Mahkota Binokasih yang detail persiapannya masih dalam tahap pembahasan.
Sebagai upaya mendorong ekonomi kerakyatan, Iceu menegaskan bahwa logo HJB ke-544 boleh digunakan secara bebas oleh masyarakat luas.
“Logo ini boleh dipergunakan oleh masyarakat, khususnya untuk meningkatkan perekonomian. UMKM silakan menggunakannya untuk kaus atau merchandise lainnya agar menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi warga,” pungkasnya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















