Ngupahan: Inovasi Digital Pemkab Bogor Ubah Sisa Pangan Jadi Nilai dan Kesadaran

Ngupahan
Ngupahan: Inovasi Digital Pemkab Bogor Ubah Sisa Pangan Jadi Nilai dan Kesadaran. (Foto: Dok Diksominfo Kabupaten Bogor)

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memperkenalkan inovasi “Ngupahan”, sebuah sistem pengelolaan sisa pangan (food waste) berbasis digital yang dirancang untuk membangun kesadaran dan budaya masyarakat agar tidak boros pangan.

Ngupahan” merupakan konsep pengelolaan sisa pangan, baik yang masih layak konsumsi (edible food waste) maupun yang tidak layak (inedible food waste), melalui pendekatan ekonomi sirkular yang terintegrasi dalam sebuah aplikasi. Sistem ini menghubungkan masyarakat, komunitas, hingga kelembagaan desa dalam satu ekosistem digital yang terukur dan partisipatif.

Tujuan utama Ngupahan adalah mengubah pola perilaku masyarakat dalam mengelola pangan, mulai dari mencegah sisa makanan, memanfaatkan kelebihan pangan, hingga mengelola sampah organik langsung dari sumbernya.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga pelaku utama dalam pengurangan pemborosan pangan.

Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam pengelolaan food waste terletak pada perubahan budaya masyarakat.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

“Kita ingin membangun budaya, agar masyarakat terbiasa tidak boros pangan dan mampu mengelola sisa makanan dengan bijak. Ini bukan hanya soal sampah, tetapi soal kesadaran bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui pemanfaatan teknologi digital, perubahan perilaku tersebut dapat dibangun secara bertahap dan terukur.

“Kita dorong masyarakat untuk terlibat aktif, mulai dari memilah, memanfaatkan, hingga mengelola sisa pangan. Semua itu tercatat dalam sistem, sehingga ada edukasi sekaligus motivasi melalui insentif,” tambahnya.

Dalam implementasinya, Ngupahan menghadirkan sejumlah fitur utama seperti Pojok Edukasi, Piring Berbagi, Bank Kompos, dan Berdikari Mart. Fitur-fitur ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi pemborosan pangan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.

Sebagai langkah awal, inovasi ini akan diterapkan di dua desa, yakni Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri dan Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede. Kedua wilayah ini diharapkan menjadi percontohan dalam membangun budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap pangan dan lingkungan.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Tegaskan Skywalk Tegar Beriman Simbol Kolaborasi dan Infrastruktur Inklusif

Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, menyambut baik implementasi inovasi tersebut dan menyatakan kesiapan wilayahnya untuk mendukung penuh.

“Pada prinsipnya kami mendukung dan siap. Desa Gunung Putri saat ini juga sedang berbenah dan sejalan dengan arahan Bupati untuk menjadi desa percontohan. Mudah-mudahan program ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam membangun perubahan perilaku, khususnya dalam pengelolaan pangan dan sampah.

“Yang paling penting adalah komitmen kita bersama. Dengan kolaborasi yang baik, kita optimistis upaya membangun budaya tidak boros pangan ini bisa berjalan maksimal,” tambahnya.

Melalui Ngupahan, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap terbentuk kesadaran kolektif bahwa pangan adalah sumber daya berharga yang harus dijaga, bukan diboroskan.

Dengan dukungan teknologi dan partisipasi masyarakat, langkah ini diharapkan mampu menekan food waste sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================