Penuhi Gizi Masyarakat Kota Bogor, Dapur SPPG Baranangsiang Terapkan ‘Rapid Test’ Makanan Setiap Hari

BOGORTODAY.COM – Kota Bogor kini memperkuat gizi masyarakat melalui peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kamis (7/5/2026).

Fasilitas ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Bogor, Polresta Bogor Kota, dan Kadin Kota Bogor guna mendukung percepatan program Asta Cita Presiden RI dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, serta ibu menyusui.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor, Hanafi, menjelaskan bahwa keberadaan dapur ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan gizi bagi kelompok prioritas.

“Tujuannya untuk memenuhi gizi masyarakat, terutama anak sekolah, ibu hamil, menyusui, dan sebagainya. Ini adalah program Asta Cita Presiden yang harus dilaksanakan secara berjenjang dari pusat hingga ke daerah,” ujar Hanafi.

Hanafi menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama antarlembaga. Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi motor utama yang dibantu oleh kementerian, lembaga, serta pemerintah di daerah.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Upacara Pembukaannya di Tiga Negara Tuan Rumah

“Target kuantitatif kita adalah 380.000 penerima manfaat. Meski ada penyesuaian kebijakan teknis dari BGN, intinya program ini harus terlaksana secara utuh hingga ke tingkat daerah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa letak geografis Kota Bogor sangat menguntungkan dalam hal distribusi, sehingga risiko kendala pengiriman dapat diminimalisir. Hanafi pun mengingatkan pentingnya penerapan SOP yang ketat dari BGN untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kasus keracunan makanan.

“Saat ini, tercatat sudah ada 134 SPPG yang beroperasi di Kota Bogor dari total target pengembangan mencapai 200 unit. Pencapaian intervensi penerima manfaat saat ini pun telah mengarah ke angka 70 hingga 75 persen,” kata Hanafi.

Sementara, Ketua Kadin Kota Bogor, Maryati Dona Hasanah, menyampaikan bahwa unit SPPG Baranangsiang merupakan dapur kedua setelah sebelumnya diresmikan di daerah Cibalagung. Dapur ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 10 Mei 2026.

“Sebelum beroperasi, kami telah melengkapi berbagai sertifikasi, mulai dari sertifikasi penjamak, uji lab air, hingga Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kami ingin memastikan semua berjalan lancar dan aman,” ungkap Dona.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Bogor Tepis Tudingan Intervensi Proses SHGB PT BSS

Dona mengatakan, untuk menjamin kualitas makanan, pihak pengelola menerapkan prosedur pemeriksaan yang sangat ketat. Setiap makanan yang akan didistribusikan wajib melewati uji tes cepat (rapid food test) setiap hari.

“Di dalam SPPG Baranangsiang ini sudah memenuhi standar kualitas. Sebelum makanan didistribusikan ke penerima manfaat, kami mengadakan rapid test untuk makanan tersebut guna menjamin keamanannya,” tegasnya.

Menurutnya, pada tahap awal operasional, Dapur SPPG Baranangsiang akan melayani 1.000 penerima manfaat yang mencakup siswa sekolah, anak-anak di Posyandu, hingga ibu hamil.

“Penentuan penerima manfaat merupakan kewenangan pihak BGN. Ke depannya, jumlah ini akan terus berlanjut dan dikoordinasikan melalui tingkat kecamatan (Korcam) agar seluruh kelompok yang membutuhkan dapat terintervensi secara menyeluruh,” pungkas Dona.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================