
Rudy menambahkan, panitia akan menyediakan sejumlah makanan gratis bagi peserta. Kehadiran peserta dari luar Kabupaten Bogor juga diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian setempat.
Keistimewaan Bogorun tahun ini terletak pada tema eco movement yang diusung panitia. Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, mengatakan bahwa medali finisher dibuat dari bahan daur ulang sampah.
“Kami sudah mengambil sekitar 800 kilogram sampah dari Cisadon untuk diolah menjadi medali. Namun, karena kebutuhan medali mencapai sekitar 2,2 ton untuk 4.100 medali, kekurangannya ditambah dari sampah masyarakat,” kata Akew sapaan akrabnya.
Selain berlari, para peserta juga akan dilibatkan dalam kegiatan penanaman pohon di sepanjang rute yang dilintasi. Menurut Akew, hal itu merupakan bentuk kontribusi nyata para pelari dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Bogor dan sekitarnya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















