BOGORTODAY.COM – Secara umum, benda yang memiliki massa jenis lebih besar daripada air akan tenggelam ketika dimasukkan ke dalamnya. Namun, kondisi tersebut ternyata tidak berlaku pada es. Meski berasal dari air, es justru selalu mengapung di permukaan. Fenomena ini sering disebut sebagai “anomali air” dan memiliki peran penting bagi kehidupan di bumi.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat es bisa mengapung? Berikut penjelasan ilmiahnya.
Hubungan Massa Jenis dengan Kemampuan Mengapung
Kemampuan suatu benda untuk tenggelam atau mengapung dipengaruhi oleh massa jenisnya. Berdasarkan Prinsip Archimedes, benda yang berada di dalam cairan akan mendapatkan gaya dorong ke atas dari cairan tersebut.
Jika massa jenis benda lebih kecil dibandingkan massa jenis air, gaya dorong yang diterima akan lebih besar sehingga benda dapat mengapung. Sebaliknya, benda dengan massa jenis lebih besar akan tenggelam ke dasar.
Pada es, massa jenisnya ternyata lebih rendah dibandingkan air dalam bentuk cair. Karena itulah es dapat tetap berada di permukaan air.
Struktur Molekul Air yang Unik
Air memiliki sifat yang berbeda dibandingkan kebanyakan zat lain. Saat sebagian besar zat membeku, volumenya biasanya menyusut dan menjadi lebih padat. Namun pada air, justru terjadi hal sebaliknya.
Ketika suhu turun dan air mulai membeku, molekul-molekul H₂O membentuk susunan kristal yang teratur. Struktur ini menciptakan ruang kosong di antara molekul sehingga jaraknya menjadi lebih renggang.
Susunan kristal tersebut berbentuk heksagonal, mirip pola sarang lebah. Akibatnya, volume air bertambah ketika berubah menjadi es, sementara kepadatannya menurun.
Itulah alasan es menjadi lebih ringan dibandingkan air cair.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















