
Massa Jenis Es Lebih Rendah dari Air
Dalam bentuk cair, air memiliki massa jenis sekitar 1000 kilogram per meter kubik. Sementara itu, massa jenis es hanya sekitar 917 kilogram per meter kubik.
Perbedaan inilah yang membuat es tidak tenggelam. Karena lebih ringan, es memperoleh gaya dorong yang cukup besar dari air sehingga tetap mengapung di permukaan.
Fenomena ini menjadi contoh unik bagaimana perubahan struktur molekul dapat memengaruhi sifat suatu benda.
Mengapa Fenomena Ini Penting bagi Kehidupan?
Es yang mengapung ternyata memiliki manfaat besar bagi kehidupan di bumi. Di daerah bersuhu dingin, permukaan danau atau laut dapat membeku ketika musim dingin tiba. Lapisan es tersebut bertindak seperti pelindung alami bagi air di bawahnya.
Karena es berada di permukaan, bagian bawah perairan tetap dalam keadaan cair dengan suhu yang lebih stabil. Kondisi ini memungkinkan ikan dan berbagai organisme air tetap hidup meski cuaca sangat dingin.
Lapisan es juga berfungsi seperti selimut alami yang membantu menahan suhu agar tidak semakin dingin. Jika es tenggelam, seluruh permukaan air bisa membeku total dan mengancam kehidupan makhluk hidup di dalamnya.
Fenomena Alam yang Menarik
Es yang mengapung di air mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya terdapat proses ilmiah yang sangat menarik. Struktur molekul air yang unik membuat es memiliki massa jenis lebih rendah dibandingkan air cair.
Fenomena ini bukan hanya penting dalam ilmu fisika dan kimia, tetapi juga berpengaruh besar terhadap keseimbangan ekosistem di bumi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















