MOFA Taiwan Fellowship 2027 Dibuka, Kesempatan Riset ke Taiwan dengan Tunjangan Hingga Rp30 Juta per Bulan

Penerima MOFA Taiwan Fellowship akan memperoleh dukungan dana penelitian yang cukup lengkap selama menjalani program di Taiwan.

  1. Tunjangan Bulanan

Besaran tunjangan disesuaikan dengan latar belakang akademik penerima beasiswa.

  • Profesor, associate professor, research fellow, dan associate research fellow menerima NT$60.000 per bulan atau sekitar Rp30 juta.
  • Assistant professor, peneliti post-doctoral, mahasiswa doktoral, serta kandidat lain menerima NT$50.000 per bulan atau sekitar Rp25 juta.
  1. Tiket Pesawat

Peserta juga mendapatkan subsidi tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi menuju Taiwan sesuai ketentuan program.

  1. Asuransi

Program menyediakan perlindungan asuransi kecelakaan dan kesehatan dengan nilai pertanggungan hingga NT$1 juta atau sekitar Rp490 juta.

BACA JUGA :  Serbu Lapangan Sempur, Warga Berburu Pangan Murah Pemkot Bogor

Syarat Peserta MOFA Taiwan Fellowship 2027

Program ini terbuka bagi pelamar internasional yang memiliki latar belakang akademik dan penelitian. Beberapa kategori peserta yang dapat mendaftar antara lain:

  • Profesor, associate professor, atau assistant professor di universitas luar negeri
  • Peneliti pascadoktoral dan peneliti profesional
  • Mahasiswa program doktor atau kandidat doktor
  • Kandidat lain yang direkomendasikan oleh perwakilan resmi Taiwan

Pelamar juga harus memiliki proposal riset yang relevan dengan tema yang ditetapkan program.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Cara Mendaftar MOFA Taiwan Fellowship

Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi program berikut:

MOFA Taiwan Fellowship

Dokumen yang perlu disiapkan meliputi:

  • Proposal penelitian dalam bahasa Inggris
  • Curriculum vitae (CV)
  • Dokumen akademik pendukung
  • Pilihan universitas atau lembaga riset di Taiwan

Seluruh dokumen harus dikirim selama masa pendaftaran yang berlangsung hingga 30 Juni 2026.

Program ini dapat menjadi peluang menarik bagi akademisi dan peneliti Indonesia yang ingin mengembangkan riset internasional sekaligus memperoleh pengalaman akademik di Taiwan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================