Cedera Bahu Mengintai Pecinta Olahraga, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Penderita frozen shoulder biasanya merasakan nyeri yang makin terasa pada malam hari. Aktivitas sederhana seperti menyisir rambut, mengenakan pakaian, atau mengangkat tangan pun bisa menjadi sulit dilakukan.

Penanganan cedera bahu umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami pasien. Pada tahap awal, dokter biasanya menyarankan terapi konservatif seperti fisioterapi, latihan mobilitas, serta pemberian obat antiinflamasi untuk membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi.

Jika kondisi tidak membaik, tindakan medis lanjutan dapat dipertimbangkan. Salah satunya adalah prosedur artroskopi minimal invasif yang dilakukan melalui sayatan kecil untuk memperbaiki jaringan bahu yang rusak. Metode ini dinilai mampu mempercepat proses pemulihan pasien dibanding operasi terbuka.

BACA JUGA :  Kenali 7 Ciri Orang Problematik yang Bisa Mengganggu Hubungan Sosial

Menurut dr. Priambudi, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting agar cedera tidak berkembang menjadi lebih parah. Penanganan yang cepat juga dapat membantu pasien kembali beraktivitas dengan optimal.

Untuk mendukung penanganan cedera olahraga, Mayapada Hospital menyediakan layanan Orthopedic Center dan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC). Fasilitas tersebut dirancang khusus untuk membantu diagnosis, terapi, hingga pemulihan performa bagi atlet maupun masyarakat aktif berolahraga.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Berbalik Naik, Ketegangan Timur Tengah Kembali Picu Kekhawatiran Pasar

Selain layanan medis, pemantauan kesehatan juga dapat dilakukan melalui aplikasi MyCare yang menyediakan fitur pemantauan aktivitas harian, detak jantung, kalori terbakar, hingga indeks massa tubuh secara praktis.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================