IDAI Ingatkan Waspada Hantavirus, Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan

IDAI
IDAI Ingatkan Waspada Hantavirus, Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan. (Foto: Ist)

BOGORTODAY.COM – Perhatian masyarakat belakangan ini tertuju pada ancaman Hantavirus yang mulai menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.

Ketua Umum PP IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan menghadapi virus tersebut. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat hingga saat ini belum tersedia vaksin khusus untuk mencegah infeksi Hantavirus.

Menurutnya, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS menjadi langkah paling efektif untuk meminimalkan risiko penularan.

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Orang Tidak Merasa Lapar di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Hantavirus Ditularkan Melalui Tikus

Dokter spesialis anak dan pakar infeksi tropik IDAI, Dominicus Husada, menjelaskan bahwa Hantavirus umumnya dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus.

Virus dapat menyebar melalui partikel yang berasal dari urine, kotoran, maupun air liur tikus yang terinfeksi. Risiko penularan meningkat ketika seseorang berada di ruangan tertutup yang tercemar partikel virus tersebut.

Penularan paling sering terjadi melalui udara saat partikel halus dari kotoran atau urine tikus terhirup ke saluran pernapasan. Sementara penularan melalui kontak kulit disebut jauh lebih jarang terjadi.

BACA JUGA :  Bogor Kota, Sudahkah Tertata?

Hindari Menyapu Kotoran Tikus Secara Kering

Masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati saat membersihkan rumah atau gudang yang kemungkinan menjadi sarang tikus. Menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering justru berisiko membuat partikel virus beterbangan di udara dan masuk ke paru-paru.

Sebagai langkah aman, area yang terkontaminasi sebaiknya terlebih dahulu disemprot menggunakan cairan disinfektan sebelum dibersihkan. Cara ini dinilai dapat mengurangi risiko penyebaran virus melalui udara.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================