
Fenomena kenaikan harga energi tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara Asia Tenggara.
Vietnam kini semakin bergantung pada impor LNG dengan harga yang mengikuti pasar spot Asia. Hal serupa juga terjadi di Filipina dan Singapura yang mengalami kenaikan harga gas cukup tinggi untuk kebutuhan industri maupun retail.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan energi global berdampak luas terhadap negara-negara berkembang yang bergantung pada impor energi.
Harga LNG Asia dan Minyak Dunia Terus Naik
Sejumlah indeks energi internasional juga menunjukkan kenaikan signifikan sepanjang 2026. Harga LNG Asia yang mengacu pada Japan Korea Marker (JKM) serta kontrak LNG berbasis Japan Customs-Cleared Crude (JCC) mengalami lonjakan tajam.
Kenaikan tersebut ikut memengaruhi Indonesian Crude Price atau ICP yang digunakan pemerintah sebagai acuan harga energi domestik.
Penyesuaian Harga Dinilai Sulit Dihindari
Pengamat energi menilai penyesuaian harga energi nonsubsidi kemungkinan masih akan terus dilakukan agar tetap sesuai dengan kondisi pasar global.
Selain menjaga keberlanjutan pasokan, langkah tersebut dinilai penting agar sektor energi nasional tetap sehat secara ekonomi di tengah volatilitas pasar dunia yang masih tinggi sepanjang 2026.
Banyak negara kini mulai memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi sumber energi, pembangunan infrastruktur, serta kebijakan domestik yang lebih adaptif terhadap perubahan global.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















