
“Ada beberapa yang tidak suka sayur jadi suka sayur. Saya kira ini tren yang bagus,” katanya.
Merespons perubahan positif itu, BGN mendorong agar program ini semakin disesuaikan dengan selera siswa. Dadan meminta satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk aktif menampung usulan menu dari para siswa agar hidangan yang disajikan lebih tepat sasaran.
“Nanti akan ditampung oleh SPPG yang menyalurkan. Biasanya mereka akan menulis apa yang diinginkan, dan pihak SPPG wajib bertanya menurut apa yang mereka inginkan,” jelas Dadan.
Selain soal sayuran, BGN juga akan melakukan pendataan terhadap siswa yang tidak mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Bagi siswa tersebut, SPPG diwajibkan menyiapkan menu pengganti yang tetap memenuhi standar gizi.
“Nanti akan kami cek berapa orang yang tidak suka nasi. Itu akan diganti dengan menu yang lain,” ujarnya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















