
“Pemilihan sasaran pembangunan di wilayah Cigudeg sudah tepat karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pedesaan,” ujarnya.
Edi juga menekankan pentingnya menjaga integritas, tata administrasi, dan akuntabilitas seluruh kegiatan.
“Agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” katanya.
Pembangunan fisik utama dalam TMMD ke-128 adalah pengaspalan jalan penghubung Desa Banyuasih dan Desa Tegallega—dua desa yang kerap terisolasi saat curah hujan tinggi. Program ini juga mencakup pembangunan lima unit rumah tidak layak huni, saluran air bersih, renovasi MCK dan mushola, serta program penghijauan dan ketahanan pangan.
Di sektor non-fisik, TMMD menggelar sejumlah penyuluhan bagi warga, meliputi kesehatan, mitigasi bencana, pencegahan penyalahgunaan narkoba, dan wawasan kebangsaan.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















