BRIN Dorong Observatorium Gunung Timau Jadi Pusat Riset Antariksa Terdepan Asia

BRIN
BRIN Dorong Observatorium Gunung Timau Jadi Pusat Riset Antariksa Terdepan Asia. (Foto: Arsip Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin)

BOGORTODAY.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional terus mempercepat pengembangan fasilitas Observatorium Nasional Gunung Timau yang berlokasi di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengamatan antariksa paling modern di kawasan Asia, bahkan disebut memiliki peran strategis dalam pengembangan riset luar angkasa Indonesia.

Observatorium tersebut dirancang untuk menjadi rumah bagi teleskop terbesar di Asia Tenggara, sekaligus memanfaatkan letaknya yang berada di wilayah dekat khatulistiwa sebagai posisi ideal untuk pengamatan benda-benda langit.

Pembangunan Hampir Rampung

BACA JUGA :  Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Waspadai yang Berbahaya

Kepala Arif Satria menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas observatorium telah mencapai tahap akhir. Progres pengerjaan dilaporkan sudah mendekati penyelesaian dan ditargetkan segera dapat dioperasikan secara penuh.

Ia menegaskan bahwa keberadaan observatorium ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat riset antariksa nasional sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas di bidang astronomi.

Selain itu, proyek ini juga dikaitkan dengan pengembangan pusat peluncuran antariksa nasional di Biak, Papua, yang diharapkan saling terintegrasi dalam mendukung ekosistem riset luar angkasa Indonesia.

Penguatan Ekosistem Riset Jadi Fokus

BACA JUGA :  Resep Bubur Kacang Hijau, Menu Sarapan Hangat dan Bergizi

Tidak hanya pembangunan teleskop, Badan Riset dan Inovasi Nasional juga menaruh perhatian pada penguatan ekosistem riset di sekitar observatorium.

Langkah yang disiapkan mencakup penambahan jumlah peneliti, revitalisasi fasilitas pendukung seperti gedung magnetometer, serta peningkatan infrastruktur penelitian agar operasional observatorium dapat berjalan optimal.

Pihak BRIN menilai bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada alat observasi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia dan dukungan fasilitas penunjang.

Dukungan Infrastruktur di Lokasi

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================