
Dalam kunjungannya ke lokasi proyek, Arif Satria juga menyoroti pentingnya akses infrastruktur menuju kawasan observatorium.
Ia meminta pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan agar kawasan tersebut tidak terisolasi dan mudah dijangkau oleh peneliti maupun pihak terkait lainnya.
Menurutnya, konektivitas infrastruktur menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan operasional fasilitas riset berskala besar tersebut.
Teleskop Terbesar di Asia Tenggara
Sementara itu, peneliti Andre Pandie menjelaskan bahwa teleskop yang dipasang di Observatorium Gunung Timau akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Ia menyebutkan bahwa secara global, hanya terdapat sedikit teleskop dengan kapasitas serupa, termasuk di Jepang. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki posisi penting dalam peta penelitian astronomi dunia.
Letak geografis Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa juga dinilai memberikan keuntungan tersendiri dalam melakukan pengamatan luar angkasa, karena memungkinkan cakupan langit yang lebih luas.
Peluang Kerja Sama Internasional
Dengan fasilitas yang semakin modern, Observatorium Gunung Timau diharapkan dapat menjadi pusat kolaborasi riset internasional di bidang astronomi.
Badan Riset dan Inovasi Nasional optimistis bahwa keberadaan teleskop ini akan membuka lebih banyak kerja sama global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam penelitian antariksa dunia.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, observatorium ini akan menjadi salah satu fasilitas ilmiah paling penting di Asia dan menjadi kebanggaan baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















