
Menurutnya saat ini, Pemkab Bogor tengah mempercepat pembangunan jalan khusus tambang sebagai solusi jangka panjang. Ia pun mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp100 miliar telah disiapkan oleh Bupati untuk kebutuhan tersebut.
“Pemerintah juga sedang mengupayakan kolaborasi berupa hibah tanah dari para pengusaha untuk menekan penggunaan APBD,” ungkapnya.
Mengenai adanya pro dan kontra di masyarakat, Jaro Ade meminta semua pihak untuk bersikap bijak. Ia memahami bahwa kelompok yang “pro” biasanya bergantung secara ekonomi pada sektor tambang, sementara yang “kontra” merasa terganggu oleh dampak lingkungan seperti debu jalanan.
Terkait isu kompensasi, Wabup Jaro Ade menjelaskan adanya kendala pada validasi data warga terdampak. Awalnya, data warga terdampak diperkirakan berjumlah 3.000 orang. Namun, angka tersebut melonjak dari 6.000, lalu 9.000, hingga kini mencapai 18.000 orang.
“Pemerintah daerah terus menyampaikan aspirasi ini kepada Gubernur melalui surat maupun audiensi agar ditemukan solusi yang adil,” jelasnya.
Selain itu, Jaro Ade mengimbau masyarakat untuk memberikan waktu kepada pemerintah dalam berbenah. Saat ini, pembangunan jalan provinsi dari Bunar hingga Parung Panjang terus dikebut dengan anggaran sekitar Rp100 miliar yang sudah masuk tahap tender.
“Kuncinya sabar dulu, berikan sepenuhnya kepada pemerintah agar ada waktu untuk berbenah. Pak Gubernur dan Pak Bupati tentu punya konsep terbaik untuk kepentingan Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
Editor : Aditya Nugraha
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














