
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa situasi ini masih terus dipantau secara ketat oleh tim kesehatan global.
Meski demikian, pihak kesehatan menegaskan bahwa risiko penularan ke masyarakat umum tetap tergolong rendah.
Risiko Penularan Dinilai Rendah
Pejabat kesehatan Amerika Serikat menyatakan bahwa varian Andes dari hantavirus tidak mudah menular antar manusia. Penularan umumnya hanya terjadi melalui kontak erat dalam waktu lama dengan individu yang sudah bergejala.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa otoritas kesehatan tidak menetapkan status darurat global, meskipun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Penyelidikan Sumber Wabah Masih Berlangsung
Hingga saat ini, WHO masih melakukan investigasi untuk menemukan sumber pasti penyebaran virus. Salah satu dugaan awal mengarah pada aktivitas pengamatan burung di wilayah Argentina bagian selatan yang diduga diikuti oleh salah satu penumpang sebelum naik kapal.
Selain itu, kasus hantavirus Andes juga telah terdeteksi di beberapa negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, dan Swiss, sehingga pemantauan lintas negara terus diperketat.
Penumpang MV Hondius Sudah Dievakuasi
Seluruh penumpang kapal MV Hondius telah dievakuasi setelah pelayaran selesai. Sementara itu, 27 awak kapal dilaporkan masih berada di atas kapal dan melanjutkan perjalanan menuju Rotterdam, Belanda, yang diperkirakan tiba dalam waktu dekat.
Kasus hantavirus yang dikaitkan dengan perjalanan kapal pesiar MV Hondius menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit menular, terutama yang memiliki masa inkubasi panjang. Meski risiko penularan ke masyarakat umum dinilai rendah, pemantauan ketat tetap dilakukan oleh otoritas kesehatan global untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















