BOGORTODAY.COM – Deretan kendaraan bernomor polisi B memadati jalur menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bertepatan dengan libur panjang Kenaikan Isa Al-Masih. Nuansa alam yang segar seolah menjadi magnet yang tak pernah kehilangan daya tariknya bagi warga ibu kota yang mendambakan pelarian sejenak dari rutinitas kota.
Ijas (28), warga Karanggan, Jakarta Timur, menjadi salah satu dari sekian banyak pelancong yang memilih Puncak sebagai destinasi di tengah libur panjang ini. Bersama sejumlah rekannya, ia sengaja meluangkan waktu untuk menikmati kesejukan alam yang selama ini tak ia temukan di Jakarta.
“Dengan wisata nuansa alamnya, karena kan banyak curug,” tutur Ijas, Kamis (14/5/2026).
Bagi Ijas, pilihan itu bukan tanpa alasan. Udara Jakarta yang kian terasa menyengat menjadi pendorong utama dirinya beranjak ke kawasan yang berada di ketinggian tersebut. Puncak, baginya, menawarkan sesuatu yang sederhana namun kini terasa mewah, kesegaran udara pegunungan.
“Terus juga udaranya lebih dingin dibandingkan Jakarta,” jelasnya.
Hari itu, Ijas baru saja pulang dari Curug Buleud, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Deburan air terjun dan hijaunya pepohonan rupanya meninggalkan kesan yang tak mudah pudar. Ditanya apakah ia kapok berkunjung ke Puncak, jawaban Ijas terdengar lugas.
“Enggak, nyaman,” ucapnya singkat.
Satu hal yang kerap membuat orang berpikir dua kali sebelum menuju Puncak adalah kemacetan. Nama kawasan ini hampir selalu identik dengan antrean panjang kendaraan, terutama saat akhir pekan atau hari libur nasional.
Namun Ijas mengaku pengalamannya kali ini tak sesuram bayangan banyak orang. Perjalanan menuju Puncak berjalan relatif lancar, meski sempat tersendat di sekitar kawasan keluar Tol Ciawi akibat diberlakukannya sistem satu arah atau one way.
“Pas naik itu kita one way ke atas juga. Jadinya agak padat karena sebelumnya ketutup dulu. Tapi pulangnya ramai lancar,” tutupnya.
Pengalaman Ijas barangkali mewakili perasaan banyak warga Jakarta yang tetap setia memilih Puncak, apa pun cerita kemacetan yang beredar. Selama udara masih sejuk dan curug masih mengalir, Puncak tampaknya akan terus menjadi tujuan yang sulit untuk diabaikan
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















