Obama Klaim Kesepakatan Nuklir Iran 2015 Berhasil Tanpa Jalan Militer

BOGORTODAY.COM – Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama, kembali menyoroti keberhasilan kesepakatan nuklir yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran pada tahun 2015. Menurutnya, perjanjian tersebut menjadi bukti bahwa persoalan internasional yang rumit dapat diselesaikan tanpa mengandalkan kekuatan militer maupun memicu konflik berskala besar.

Dalam laporan yang dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (15/5/2026), Obama menyampaikan pembelaannya terhadap kesepakatan yang saat itu dirancang untuk membatasi program nuklir Iran. Ia menilai perjanjian tersebut mampu menahan laju pengembangan nuklir Teheran tanpa menciptakan ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Saat berbincang dalam wawancara dengan CBS, Obama menjelaskan bahwa salah satu pencapaian penting dari kesepakatan tersebut adalah berkurangnya cadangan uranium yang telah diperkaya milik Iran dalam jumlah signifikan.

BACA JUGA :  Minim Sinar Matahari? Ini Deret Makanan Tinggi Vitamin D yang Bisa Jadi Andalan

Menurutnya, langkah itu dilakukan melalui jalur diplomasi dan mendapat dukungan dari hasil penilaian intelijen Amerika Serikat maupun Israel pada masa tersebut.

Obama menegaskan keberhasilan itu diraih tanpa tindakan agresif atau operasi militer. Ia menilai diplomasi berhasil memberikan hasil nyata tanpa perlu mengorbankan banyak nyawa.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar stok uranium Iran yang diperkaya berhasil dikurangi secara drastis. Hal tersebut, menurutnya, menjadi indikator bahwa kesepakatan berjalan sesuai tujuan awal untuk membatasi potensi pengembangan senjata nuklir.

BACA JUGA :  Ancaman Sunyi Gagal Ginjal di Usia Muda: Mengapa Cek Urine Setahun Sekali Itu Wajib?

Lebih jauh, Obama menekankan bahwa hingga kini tidak banyak pihak yang menilai perjanjian tersebut sebagai sebuah kegagalan. Ia menyebut pendekatan damai saat itu mampu menghindarkan dunia dari risiko konflik yang lebih besar, termasuk potensi gangguan terhadap jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz.

Bagi Obama, keberhasilan diplomasi dengan Iran menjadi contoh bahwa penyelesaian konflik internasional tidak selalu harus ditempuh melalui tekanan militer. Ia memandang jalur negosiasi dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi ancaman sekaligus menjaga stabilitas kawasan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================