Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Menjelang Puasa Idul Adha

Mandi
Ilustrasi Mandi. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 H, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah pada hari Arafah atau 9 Zulhijah.

Sebelum melaksanakan ibadah tersebut, sebagian umat Muslim juga melakukan mandi wajib sebagai bentuk penyucian diri dari hadas besar agar lebih siap dalam beribadah.

Kedudukan mandi wajib dalam Islam

Dalam Islam, mandi wajib atau ghusl merupakan proses bersuci untuk menghilangkan hadas besar. Meskipun puasa tidak mensyaratkan seseorang harus dalam keadaan suci dari hadas, kebersihan dan kesucian tetap menjadi hal penting terutama ketika hendak melaksanakan salat.

Kewajiban bersuci ini dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya melalui Surah Al-Ma’idah ayat 6 yang menegaskan perintah untuk berwudu atau mandi bagi mereka yang dalam keadaan junub sebelum menjalankan ibadah salat.

Niat mandi wajib

Sebelum melakukan mandi wajib, dianjurkan untuk membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam membersihkan diri karena Allah SWT. Berikut lafaz niat mandi wajib:

BACA JUGA :  Doa Minum Susu 1 Muharram: Makna, Bacaan, dan Tradisi yang Berkembang di Arab Saudi

Arab:
نَوَيْتُ الغُسْلَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aalaa

Artinya:
“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.”

Niat ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ghusl karena membedakan mandi biasa dengan mandi yang bernilai ibadah.

Tata cara mandi wajib

Pelaksanaan mandi wajib memiliki urutan tertentu yang dicontohkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Secara umum, berikut langkah-langkahnya:

Pertama, membaca niat dalam hati. Kemudian mencuci kedua tangan terlebih dahulu, dilanjutkan dengan membersihkan bagian kemaluan menggunakan tangan kiri. Setelah itu, melakukan wudu seperti akan melaksanakan salat.

Selanjutnya, air dibasuhkan ke seluruh tubuh, termasuk menyela-nyela rambut hingga ke pangkalnya agar air merata. Kemudian kepala disiram sebanyak tiga kali, dan dilanjutkan dengan membasahi seluruh tubuh hingga tidak ada bagian yang terlewat.

BACA JUGA :  Makna di Balik Tawaf: Sejarah, Tata Cara, dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya

Hal-hal yang mewajibkan mandi besar

Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang melakukan mandi wajib, di antaranya:

  • Setelah berhubungan suami istri
  • Keluarnya air mani, baik disengaja maupun tidak
  • Meninggal dunia (untuk jenazah Muslim)
  • Selesai masa haid
  • Selesai masa nifas setelah melahirkan

Namun, puasa tidak termasuk dalam kondisi yang mewajibkan mandi besar. Mandi wajib lebih berkaitan dengan kesiapan seseorang dalam menjalankan salat ketika berada dalam keadaan berhadas.

Mandi wajib menjadi salah satu bentuk penyucian diri yang dianjurkan dalam Islam, terutama saat seseorang ingin memulai ibadah dengan keadaan yang lebih bersih secara lahir dan batin.

Menjelang Idul Adha dan pelaksanaan puasa sunnah, menjaga kebersihan diri dapat menjadi bagian dari persiapan spiritual untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================