Makna di Balik Tawaf: Sejarah, Tata Cara, dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya

Tawaf
Makna di Balik Tawaf: Sejarah, Tata Cara, dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Tawaf merupakan salah satu rukun penting dalam ibadah haji dan umrah yang wajib dilakukan oleh setiap muslim. Dalam pelaksanaannya, jemaah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dengan arah berlawanan jarum jam, dimulai dari posisi Hajar Aswad.

Meski sudah menjadi bagian dari ibadah yang umum dikenal, sebagian orang mungkin bertanya-tanya mengapa tawaf dilakukan dengan arah tersebut, serta apa alasan jumlah putarannya ditetapkan sebanyak tujuh kali. Selain memiliki dasar syariat yang jelas, para ulama juga menjelaskan berbagai hikmah yang dapat dipahami dari pelaksanaan ibadah ini.

Sejarah Pelaksanaan Tawaf dalam Islam

Tawaf bukanlah ibadah yang baru muncul dalam ajaran Islam. Dalam literatur fikih, dijelaskan bahwa praktik mengelilingi Ka’bah telah dikenal sejak masa para nabi terdahulu.

Setelah pembangunan Ka’bah selesai pada masa Nabi Adam AS, beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk melakukan tawaf sebanyak tujuh kali. Tradisi ini kemudian dilanjutkan oleh para malaikat yang melakukan ibadah serupa di Baitullah di bumi serta di Bayt al-Ma’mur di langit.

BACA JUGA :  Ayam Woku: Hidangan Pedas Aromatik Khas Manado untuk Menu Makan Siang

Dalam perjalanan sejarahnya, Nabi Ibrahim AS bersama Nabi Ismail AS juga melaksanakan tawaf setelah menyelesaikan pembangunan kembali Ka’bah. Demikian pula Nabi-nabi lain seperti Nabi Hud AS dan Nabi Saleh AS disebutkan pernah menunaikan ibadah haji ke Baitullah.

Namun, sebelum datangnya Islam, praktik tawaf pada masyarakat Arab mengalami penyimpangan. Mereka melakukannya dengan cara yang tidak sesuai tuntunan, seperti bersiul, bertepuk tangan, bahkan tanpa menutup aurat. Hal ini kemudian dikoreksi oleh Islam dan diluruskan sesuai syariat yang dibawa Rasulullah SAW.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Dalil dan Tata Cara Tawaf

Dalam pelaksanaan tawaf, Ka’bah harus berada di sisi kiri orang yang mengelilinginya, dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di titik yang sama setelah tujuh putaran.

Pada tiga putaran pertama, laki-laki disunnahkan untuk berjalan cepat atau berlari kecil, sementara empat putaran berikutnya dilakukan dengan berjalan biasa. Tata cara ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dan menjadi bagian dari sunnah yang diikuti umat Islam hingga sekarang.

Jumlah tujuh putaran bukanlah hasil perhitungan manusia, melainkan ketetapan syariat yang harus diikuti tanpa perubahan.

Mengapa Tawaf Dilakukan Tujuh Kali?

Penetapan tujuh putaran dalam tawaf merupakan bagian dari ibadah yang bersifat tauqifi, yaitu ditentukan berdasarkan wahyu dan contoh dari Rasulullah SAW.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================