BOGORTODAY.COM – Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam membantu mengendalikan kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes.
Olahraga tidak hanya membantu menstabilkan glukosa, tetapi juga meningkatkan respons tubuh terhadap insulin serta mendukung pengelolaan berat badan yang lebih sehat.
Namun, efektivitas olahraga ternyata juga dipengaruhi oleh waktu pelaksanaannya. Lalu, kapan waktu yang paling tepat untuk berolahraga dan jenis aktivitas apa yang paling dianjurkan?
Waktu olahraga yang paling efektif untuk menurunkan gula darah
Sejumlah penelitian kesehatan, termasuk dari The George Washington University Hospital, menunjukkan bahwa olahraga paling efektif dalam membantu menurunkan gula darah ketika dilakukan setelah makan. Hal ini karena setelah makan, kadar glukosa dalam darah cenderung meningkat, dan aktivitas fisik dapat membantu otot menggunakan glukosa tersebut sebagai sumber energi.
Dengan berolahraga setelah makan, lonjakan gula darah dapat lebih terkendali. Otot akan bekerja menyerap glukosa secara langsung, sehingga membantu mencegah peningkatan kadar gula yang berlebihan.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Cleveland Clinic, yang menyarankan aktivitas fisik dilakukan secara rutin, idealnya sekitar lima kali dalam seminggu, dengan waktu yang disesuaikan setelah makan.
Bagi penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2, target umum yang sering digunakan adalah menjaga gula darah tetap di bawah 180 mg/dL sekitar dua jam setelah makan. Karena kadar gula biasanya mencapai puncaknya sekitar 90 menit setelah makan, pemantauan sebelum, saat, dan setelah olahraga menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dan efektivitas latihan.
Jenis olahraga yang dianjurkan untuk mengontrol gula darah
Agar hasil pengelolaan gula darah lebih optimal, kombinasi beberapa jenis latihan sangat dianjurkan. Beragam bentuk aktivitas fisik dapat memberikan manfaat berbeda bagi tubuh.
- Olahraga aerobic
Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau jogging dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung sekaligus menurunkan kadar gula darah.
Latihan aerobik secara rutin juga membantu memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi resistensi insulin, serta mendukung pengendalian berat badan dalam jangka panjang.
- Latihan kekuatan (strength training)
Latihan beban, resistance band, atau latihan menggunakan berat tubuh dapat meningkatkan massa otot. Semakin banyak massa otot, semakin besar kemampuan tubuh dalam menyerap glukosa dari darah. Latihan ini ideal dilakukan sekitar dua hingga tiga kali per minggu untuk hasil yang maksimal.
- Yoga dan peregangan (stretching)
Aktivitas seperti yoga tidak hanya bermanfaat bagi fleksibilitas tubuh, tetapi juga membantu mengurangi stres. Penurunan stres berperan dalam menekan hormon kortisol yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Dengan demikian, yoga dan stretching berkontribusi dalam menjaga keseimbangan metabolisme sekaligus kesehatan mental.
Olahraga setelah makan dapat menjadi strategi efektif untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Namun, waktu bukan satu-satunya faktor penting. Konsistensi aktivitas fisik, pemilihan jenis olahraga yang tepat, serta gaya hidup sehat secara keseluruhan tetap menjadi kunci utama.
Selain olahraga, pola makan seimbang, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres juga sangat berperan dalam menjaga stabilitas gula darah. Dengan pendekatan yang menyeluruh, pengendalian diabetes dapat dilakukan dengan lebih optimal dan berkelanjutan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















