
“Ikan sapu-sapu memang harus dikontrol. Kalau membludak, dia bisa merusak ekosistem di dasar sungai,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan.
Menurut dia, kehadiran langsung para pemimpin daerah di lapangan merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah terhadap isu lingkungan.
“Sungai adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Butuh kesadaran dan partisipasi aktif dari semua pihak agar sungai kita benar-benar bersih dan sehat,” ujar Ade Ruhandi.
Kegiatan ini merupakan rangkaian awal peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang puncaknya akan digelar pada 5 Juni 2026 di wilayah hulu sungai, Telaga Warna dan Telaga Saat, dengan tema “Ngelokat Cai”.
Pada peringatan tersebut, pemerintah akan melepaskan indukan ikan lokal dari wilayah hulu agar dapat berkembang biak hingga ke hilir, sekaligus melanjutkan program penghijauan dan normalisasi sungai di sejumlah titik.
“Kita juga akan melepaskan indukan-indukan ikan lokal agar berkembang biak dari hulu hingga ke hilir, serta terus melakukan penghijauan dan normalisasi sungai di beberapa titik,” ungkap Rudy.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane beserta jajaran terkait.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















