Viral di Media Sosial, Pesulap Merah Ungkap Cerita di Balik Konten Gunung Kawi

Marcel menegaskan bahwa kunjungannya ke Gunung Kawi bukan untuk menuduh atau menyudutkan pihak tertentu, melainkan karena rasa ingin tahu terhadap cerita yang berkembang di masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa praktik yang sering dikaitkan dengan lokasi tersebut lebih dekat dengan tradisi Kejawen, bukan ritual pemanggilan makhluk gaib seperti yang sering disalahpahami.

Pandangan Pribadi Soal Kepercayaan

Sebagai seorang muslim, Marcel Radhival menyatakan bahwa ia tidak membenarkan praktik yang berkaitan dengan pesugihan. Menurutnya, dalam ajaran Islam terdapat cara-cara yang lebih dianjurkan untuk memperlancar rezeki.

BACA JUGA :  Korsleting Listrik, Si Jago Merah Lalap Rumah Warga di Cileungsi

Ia mencontohkan beberapa di antaranya seperti bersedekah, berkurban, hingga menjalankan ibadah haji dan umrah.

Isu Selebritas dan Tokoh Publik

Selain membahas selebritas, Marcel juga menyebut bahwa dalam percakapan dengan kuncen, terdapat pula nama-nama tokoh politik yang pernah disebutkan mengunjungi Gunung Kawi, terutama menjelang momentum tertentu seperti pemilihan umum.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembahasan tersebut hanya sebatas hasil percakapan di lokasi dan tidak dimaksudkan untuk membuat kesimpulan atau tuduhan kepada pihak mana pun.

BACA JUGA :  Google Luncurkan Android 17, Hadirkan Fitur Multitasking hingga Gaming Khusus Ponsel Lipat

Viralnya konten Gunung Kawi yang dibuat Marcel Radhival kembali memunculkan diskusi publik mengenai batas antara tradisi, kepercayaan, dan konten digital. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa konten tersebut dibuat berdasarkan pengalaman langsung serta rasa penasaran terhadap fenomena yang sudah lama menjadi perbincangan di masyarakat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================