
• Ekoriparian Sukaresmi: Optimalisasi koridor sisi Sungai Ciliwung yang dikembangkan menjadi kawasan wisata alam terbuka. Destinasi ini memadukan konsep edukasi lingkungan dengan rekreasi keluarga.
”Kami terus mendorong kolaborasi, termasuk dengan Kementerian Pertanian dan instansi terkait, untuk menjaga kelestarian koridor sungai agar berdaya guna bagi warga,” jelasnya.
Di balik potensi lingkungannya yang asri, Kelurahan Sukaresmi dihadapkan pada tantangan klasik di sektor operasional pemerintahan, yakni keterbatasan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil.
Yayan mengungkapkan, saat ini jumlah staf struktural di kelurahan tergolong minim, sehingga beberapa pegawai harus memegang peran ganda (double job) untuk mengawal berbagai kegiatan teknis.
Beban kerja ini terasa signifikan mengingat wilayah Sukaresmi dilintasi oleh aliran sungai yang membuat sebagian titiknya rawan terhadap potensi bencana alam.
“Kekuatan personel serta kebijakan operasional bisa dikatakan kurang karena ada beberapa karyawan yang memegang beberapa kegiatan sekaligus. Salah satunya terkait pelayanan administrasi penanganan bencana, di mana kita dituntut siaga menurunkan personel Linmas antara 10 sampai 12 orang saat terjadi peristiwa,” ungkap Yayan secara blak-blakan mengenai kondisi internalnya.
Selain penanganan bencana dan pelayanan administrasi kependudukan harian, pihak kelurahan juga aktif menjalankan fungsi mediasi kelayakan rencana tata ruang serta memediasi konflik eksternal, seperti sengketa tanah dan dinamika kepengurusan lingkungan di beberapa klaster perumahan lokal.
Sebagai bentuk komitmen sosial kemasyarakatan di luar anggaran formal belanja daerah, Kelurahan Sukaresmi menggalang program kemitraan berbasis swadaya yang sifatnya tidak mengikat.
Salah satu program unggulan yang berjalan konsisten adalah penyaluran santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Jika biasanya santunan dilakukan secara berkala atau momentum hari besar saja, Kelurahan Sukaresmi mendata dan menyalurkannya secara rutin setiap bulan.
“Kami mencatat ada sekitar 137 anak yatim piatu dan dhuafa di wilayah Sukaresmi. Melalui program swadaya ini, kami berupaya memberikan santunan rutin setiap bulan guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan sekolah mereka,” tutup Yayan.
Dengan adanya wacana kajian penataan wilayah dan potensi pemekaran di Kecamatan Tanah Sareal ke depan, penataan prasarana dan peningkatan tata kelola pelayanan publik di Kelurahan Sukaresmi ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat demi mewujudkan pelayanan yang lebih prima bagi masyarakat.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















